Cara Antisipasi HAWAR DAUN BAKTERI (HDB) dengan Varietas Tahan dan Pengendalian Kompatibel

0

Unsurtani.comHawar daun bakteri merupakan salah satu penyakit utama pada tanaman padi yang tersebar luas pada berbagai ketinggian dan agroekosistem padi. Penyakit ini sering timbul di musim hujan yang disertai angin kencang sehingga terjadi penyebaran patogen dan penularan penyakit karena luka akibat gesekan antara daun padi.

Penyebab penyakit ini adalah bakteri patogen Xanthomonas oryzae pv. oryzae (Xoo) yang menginfeksi pada fase pertumbuhan padi, mulai dari persemaian hingga menjelang panen.

Gejala penyakit diawali berupa bercak kebasahan, kemudian meluas membentuk hawar berwarna hijau keabu-abuan, mulai dari ujung atau tepi daun menuju pangkal daun. Gejala ini menyebabkan daun menjadi kering. Pada varietas yang rentan, gejala menjadi sistemik dan mirip gejala terbakar.

Bakteri Xoo masuk melalui hidatoda, stomata, atau luka alami maupun luka buatan karena pengguntingan daun saat tanam berpindah. Bakteri juga dapat menginfeksi melalui pori-pori daun, melalui luka akibat gesekan daun, atau melalui luka karena serangga.

Kehilangan padi akibat penyakit HDB bervariasi antara 15-80% bergantung pada fase petumbuhan saat terserang. Serangan pada saat fase berbunga menyebabkan proses pengisian gabah menjadi terganggu sehingga gabah tidak terisi penuh bahkan hampa.

Kondisi tersebut menyebabkan kehilangan hasil hingga 50-70%. Pada musim tanam 2013/2014, luas serangan penyakit HDB tertinggi terjadi di Provinsi Jawa Barat seluas 8.532 ha, diikuti di Jawa Timur seluas 5.059 ha, dan Jawa Tengah seluas 4.332 ha. Luas serangan HDB dapat meningkat dari tahun ke tahun.

Varietas Tahan Hawar Daun Bakteri

Cara yang masih dianggap efektif dan banyak dilakukan oleh petani untuk mengendalikan penyakit HDB yaitu menanam varietas unggul baru (VUB) tahan terhadap penyakit HDB. Balitbangtan telah melepas sejumlah VUB yang tahan terhadap penyakit HDB diantaranya Inpari 1, Inpari 11, Inpari 17, Inpari 25, Inpari 31, Inpari 32 HDB, Inpari 37 Lanrang, Inpari 43 Agritan GSR, Munawacita Agritan, Mustaban Agritan, dan Siliwangi Agritan.

Varietas-varietas tersebut memiliki potensi hasil yang cukup tinggi berkisar antara 8,40 hingga 10 t/ha dan rata-rata berumur genjah antara 105–120 hari setelah sebar. Tekstur nasi VUB tahan HDB beragam, mulai pera hingga sangat pulen.

Kelebihan utama varietas-varietas tersebut adalah memiliki ketahanan terhadap HDB patotipe III, IV, dan VIII. Untuk mencegah patahnya varietas tersebut akibat patogen HDB, disarankan untuk dilakukan pergiliran varietas dengan gen tahan yang berbeda.

Pengelolaan Varietas Tahan

Pengendalian penyakit HDB dengan varietas tahan dapat terhambat oleh adanya kemampuan patogen untuk membentuk patotipe baru. Hal ini menyebabkan ketahanan varietas dibatasi oleh tempat dan waktu. Artinya, varietas yang tahan pada suatu musim di suatu tempat dapat menjadi rentan pada musim dan tempat yang lain. Oleh karena itu, teknik pergiliran varietas tahan perlu dirancang secara cermat, agar varietas tahan dapat berfungsi dengan baik dan dapat bertahan lebih lama di lapangan.

Penanaman varietas tahan harus disesuaikan dengan keberadaan patotipe Xoo yang ada di suatu tempat. Salah satu cara yang dapat dilakukan untuk mengetahui struktur dan dominasi Xoo yaitu dengan pengujian patotipe bakteri Xoo pada varietas diferensial.

Varietas differensial untuk mengidentifikasi patotipe Xoo diantaranya Kinmaze, Kogyoku, Tetep, Wase Aikoku, dan Java 14. Pergiliran varietas dapat dilakukan tiap musim atau beberapa musim bergantung pada keparahan penyakit HDB. Selain itu, dapat juga melakukan sistem tanam mozaik, yaitu tanam beberapa varietas padi pada suatu hamparan.

Simak juga:

Strategi Pengendalian Hawar Daun Bakteri

Pengendalian penyakit secara terpadu diantaranya sebagai berikut:

1. Varietas Tahan dan Benih Sehat Bersertifikat

Varietas tahan dengan menggunakan benih sehat dan bersertifikat dapat mencegah penyakit yang ditularkan oleh patogen melalui benih padi.

2. Waktu Tanam dan Pola Tanam

Keparahan HDB umumnya cukup tinggi pada musim hujan. Tanam padi diusahakan setelah melewati curah hujan yang cukup tinggi. Sedangkan pola tanam padi-padi-palawija berguna untuk memutus rantai penyakit HDB.

3. Jarak Tanam

Jarak tanam yang cukup rapat menyebabkan kelembapan tinggi dan kondusif untuk perkembangan penyakit HDB. Karena dapat terjadi gesekan antardaun yang sudah terinfeksi dengan daun yang masih sehat sehingga mempercepat terjadinya infeksi patogen. Ideal jarak tanam dibuat agak lebar sekitar 25 cm x 25 cm atau Jajar legowo 2:1 bergantung postur tanaman yang akan ditanam.

4. Pengairan

Hindari penggenangan air yang terlalu dalam dan terus-menerus, misal satu hari digenangi dan tiga hari dikeringkan sehingga kelembapan dapat berkurang dan oksigen dapat masuk ke lahan.

5. Pergiliran Varietas

Patogen HDB memiliki patotipe yang cukup banyak dan mudah berubah sehingga sulit dikendalikan. Oleh karena itu, pengembangan varietas tahan harus disesuaikan dengan patotipe yang ada dan dilakukan pergiliran varietas tahan dengan latar belakang genetik ketahanan yang berbeda.

6. Pemupukan

Aplikasi nitrogen (urea) yang berlebihan dapat mengurangi ketahanan tanaman, sebaliknya pupuk fosfor (TSP) dan kalium (KCl) dapat meningkatkan ketahanan tanaman. Pemupukan diupayakan secara lengkap dan seimbang sesuai dosis anjuran setempat.

7. Sanitasi Lingkungan

Bakteri patogen HDB dapat bertahan hidup dalam tanah, jerami terinfeksi, singgang, gabah, dan gulma. Sangat penting untuk membersihkan bagian tanaman yang terinfeksi dan gulma sumber patogen di lahan diantara musim tanam.

8. Pengendalian Hayati

Pengendalian penyakit secara ramah lingkungan diharapkan dapat efektif untuk menekan kehilangan hasil dengan aplikasi kombinasi agens antagonis Pseudomonas fluorescens dan Bacillus subtilis.

9. Pengendalian Kimia

Pengendalian terakhir yaitu penggunaan senyawa kimia berupa aplikasi bakterisida saat keparahan penyakit mencapai 15-20% dengan bahan aktif oxytetracycline, streptomycin, dan chloramphenicol.

Loading...

TINGGALKAN BALASAN

Silahkan masukkan komentar anda!
Silahkan masukkan nama anda disini