Cara Herbal Mengatasi Penyakit CACINGAN pada Sapi

0

Unsurtani.com – Kebanyakan sapi yang diperlihara secara tradisional oleh petani terserang penyakit cacingan. Penyakit cacingan pada sapi disebabkan oleh satu atau lebih jenis cacing yang ada dalam tubuh ternak sapi. Bila seekor sapi menderita penyakit cacingan, maka bisa dipastikan produksinya tidak akan tercapai secara maksimal.

Kondisi tubuh sapi akan menurun, terutama pada pedet, sehingga mudah terserang penyakit infeksi lainnya baik oleh bakteri maupun virus yang dapat mengakibatkan kematian.

Dampak atau berat ringannya akibat yang ditimbulkan oleh serangan parasit cacing tergantung pada: umur sapi yang terserang, kondisi pakan, serta jenis dan jumlah cacing yang menyerang.

Parasit cacing dapat dikelompokkan menjadi 3 golongan: Cacing Hati (Trematoda), Cacing Gilig (Nematoda), dan Cacing Pita (Cestoda)

Siklus Hidup Cacing Hati

  • Telur dikeluarkan bersama tinja (8-12 minggu setelah infeksi)
  • Telur berkembang membentuk mirasidium dan berkembang dalam tubuh siput (10-12 hari)
  • Serkaria keluar dari tubuh siput dan menempel pada rumput atau air dan berkembang menjadi metaserkaria.
  • Metaserkaria termakan oleh ternak dan berkembang menjadi cacing dewasa pada tubuh ternak dan menghasilkan telur.

Siklus Hidup Cacing Gilig

  • Telur dikeluarkan bersama tinja
  • Telur menetas menjadi larva stadium 1 sampai stadium 3
  • Larva stadium 3 bergerak dan menempel pada rumput
  • Rumput yang sudah mengandung larva kemudian termakan oleh sapi sehingga sapi menderita penyakit cacingan

Siklus Hidup Cacing Pita

Cacing dewasa menghasilkan telur yang tersimpan dalam proglottid masak, proglottid dikeluarkan bersama feses. Bila tertelan oleh sapi maka telur akan berkembang menjadi larva, selanjutnya menembus usus dan larva akan menempel pada otot (daging) sapi. Larva cacing pita bila tertelan manusia akan berkembang menjadi cacing dewasa yang siap menghasilkan telur.

Gejala cacingan sangat tergantung dari jenis cacing yang menyerang ternak sapi. Tetapi pada umumnya gejala cacingan dapat terlihat sebagai berikut: badan kurus, bulu terlihat kusam dan berdiri, diare atau bahkan sembelit, dan anemia.

Pada umumnya pengendalian penyakit cacingan masih dilakukan dengan obat-obat kimia (pabrikan). Hal ini disamping memberatkan petani karena mahalnya harga obat, juga menyebabkan efek samping berupa residu bahan kimia pada tubuh ternak dan meningkatkan kekebalan cacing terhadap obat (resisten).

Untuk menyiasati harga obat yang mahal dan dampak/efek samping obat kimia dapat digunakan obat-obatan tradisional yang mempunyai efektivitas tidak kalah dengan obat-obatan modern. Contohnya buah pinang, buah nanas, daun nanas dan bawang putih. Cara pembuatan dan pemberiannya sebagai berikut:

  1. Buah pinang disangrai (digoreng tanpa menggunakan minyak), kemudian ditumbuk halus, 1 sendok makan bubuk buah pinang  dicampur air 1 cangkir, kemudian diberikan dengan cara diminumkan kepada ternak.
  2. Daun buah (daun mahkota) atau daun nanas diberikan langsung kepada ternak sekitar 600 mh/kg BB setelah sebelumnya dibersihkan durinya. Tetapi harus diingat pemberian daun atau buah nanas tidak boleh pada ternak yang sedang bunting.
  3. Bawang putih yang biasa digunakan untuk memasak didapur juga mempunyai khasiat anti cacing yang sangat efektif, terutama untuk melawan infestasi cacing Acaris sp, Enterobius dan semua jenis cacing paru-paru.

Keuntungan lain dari bawang putih adalah berperan sebagai “growth promotor” pada laju pertumbuhan sapi. Pada pengobatan sapi-sapi muda penggunaan bawng putih sangat disarankan karena tidak pernah ditemukan efek samping yang merugikan.

Pengendalian Penyakit Cacingan

  1. Perhatikan kondisi lingkungan, daerah penggembalaan dan kandang, hindari tanah yang lembab dan basah atau banyak kubangan.
  2. Lakukan penggembalaan bergilir, jangan menggunakan padang penggembalaan secara terus menerus.
  3. Jagalah kandang tetap bersih terutama dari sida pakan, bila ada sisa pakan segera jauhkan dari kandang atau dibuat kompos.
  4. Berikan obat cacing secara berkala baik dengan obat cacing kimia maupun obat cacing tradisional.

Simak juga : Cara Mengobati Penyakit Demam Tiga Hari pada Sapi

Loading...

TINGGALKAN BALASAN

Silahkan masukkan komentar anda!
Silahkan masukkan nama anda disini