Cara Memperbanyak dan Aplikasi AGEN HAYATI Trichoderma spp

0

Unsurtani.comTrichoderma spp. merupakan jamur mikroskopis yang termasuk dalam kelas Deuteromicetes. Koloni jamur ini berwarna hijau muda sampai hijau tua yang memproduksi konidia aseksual berbentuk globus yang tersusun seperti buah anggur dengan pertumbuhan yang cepat.

Trichoderma spp. salah satu agensia hayati dari golongan cendawan yang berfungsi sebagai agens antagonis terhadap tanaman dan juga dapat digunakan sebagai dekomposer dalam pembuatan kompos. Trichoderma spp. mampu mempercepat pelapukan bahan-bahan organik.

Manfaat Trichoderma spp.

Pemanfaatan Trichoderma spp. sebagai agens antagonis adalah akibat persaingan makanan dan tempat tumbuh, pengerusakan dinding sel patogen dan bersifat antibiosis. Trichoderma spp. menghasilkan toksin gliotoksin, trichodermin, enzim kitinase dan beta 1,3 – glukonase yang dapat menekan pertumbuhan patogen tular tanah (cendawan yang dapat menyebabkan tanaman menjadi sakit) seperti Fusarium sp., Phytium sp., Sclerotium sp., Rhizoctonia sp., dan lain-lain.

Sebagai dekomposer, Trichoderma spp. termasuk mikroorganisme saprofit tanah yang dapat menguraikan bahan organik seperti karbohidrat terutama selulosa dengan bantuan enzim pengurai C1, Cx dan Slubiose.

Cara Perbanyakan Trichoderma spp.

Bahan-bahan: Beras, bekatul, jagung pecah giling, air bersih, bibit (inokulum) Trichoderma spp., spritus, alkohol 70% atau 96% dan kapas.

Peralatan: kantong plastik tahan panas ukuran tebal ± 0,4 mm panjang 28 cm dan lebar 14 cm, kompor, autoclave, jarum ose/pengait, dandang/rangsang, lampu spiritus, incase, timbangan, pengaduk, baki plastik, dan sendok.

Cara pembuatan:

1. Jagung atau beras dicuci dengan air bersih, dimasak sampai setengah matang, kemudian ditiriskan sampain dingin (kering angin).

2. Masukkan dalam kantong plastik tahan panas sebanyak 100 gram (kurang lebih 5 sendok makan), ini sebagai media tempat tumbuhnya Trichoderma spp.

3. Sterilkan dengan menggunakan autoclave pada tekanan 1 ATM, suhu 121°C selama 30 menit atau dikukus menggunakan dandang/rangsang selama 2 jam (wakyu penghitungan dimulai saat air mendidih).

4. Media yang telah steril didinginkan, kemudian diinokulasi dengan inokulum/bibit Trichoderma spp. dengan jarum ose/pengait, yang dilakukan di dalam incase.

5. Semua proses inokulasi dilakukan dalam kotak inokulasi (incase) dengan keadaan lampu spiritus menyala dan tangan maupun alat yang digunakan telah disterilkan dengan alkohol.

6. Selesai diinokulasi, kemudian diinkubasi selama kurang lebih 14 hari dalam ruang bersih dengan suhu 25 – 27°C. Media diletakkan diatas baki plastik dan penyimpanan tidak boleh bertumpuk supaya koloni Trichoderma spp. dapat berkembang dengan baik.

7. Media akan ditutupi miselia setelah diinkubasi dan dapat dipergunakan untuk aplikasi.

8. Media padat yahg belum digunakan langsung, dapat disimpan dalam lemari pendingin.

Cara Aplikasi Trichoderma spp.

Trichoderma spp. dapat diaplikasikan untuk semua tanaman dengan cara aplikasi yang berbeda. Teknik aplikasi Trichoderma spp sebagai berikut:

1. Aplikasi dapat dilakukan sebelum tanam (pada lahan, tempat/media persemaian maupun seed treatment), selain itu diaplikasikan pada persemaian maupun setelah tanam dan pencampuran pada kompos.

2. Seed treatment, 100 gram Trichoderma spp. dicampur air sesuai kebutuhan dan jenis tanaman yang akan ditanam.

3. Pada media tanam 100 gram Trichoderma spp. dicampur 25 kg pupuk kandang/kompos. Setelah itu dicampur dengan perbandingan 1 tanah : 1 pasir : 1 kompos.

4. Aplikasi pada pertanaman dapat dilakukan secara langsung dengan menaburkan atau menyiramkan larutan Trichoderma spp. pada bagian pangkal batang dengan dosis 100 gram Trichoderma spp. dilarutakan pada ±15 liter air dan kemudian disiramkan pada tanaman masing-masing 200 ml (1 gelas mineral), atau dengan cara dicampurkan dengan pupuk kandang dengan perbandingan 100 gram Trichoderma spp. padat dicampur dengan 50 kg pupuk kandang/kompos.

5. Penyemprotan: tiap 1 bungkus (100 gram) ditambah air kemudian diremas-remas dan disaring, kemudian diulang sampai tiga kali hingga spora cendawan dapat lepas semua. Setelah itu, ditambah air sampai volume kurang lebih 14 liter (satu tangki). Tiap satu tangki larutan semprot ukuran 14 liter ditambah 1 sendok teh detergen untuk menghasilkan ketegangan permukaan spora dan 2 sendok teh gula pasir untuk tambahan nutrisi.

6. Waktu aplikasi sebainya dilakukan pada sore hari.

REVIEW OVERVIEW
Perbanyak Trichoderma spp
SumberBPTP Jawa tengah (2015)
Loading...

TINGGALKAN BALASAN

Silahkan masukkan komentar anda!
Silahkan masukkan nama anda disini