Cara Memperbanyak Bibit Nanas dengan Stek Batang dan Stek Daun Mahkota

0

Unsurtani.comNanas (Ananas commosus (L) Merr.) merupakan buah yang cukup populer karena memiliki rasa yang lezat, bergizi tinggi, dapat diperoleh sepanjang waktu serta mudah dalam membudidayakannya. Daerah sentra pengembangan buah nanas di Indonesia terdapat di Jawa Barat, Jawa Tengah, Yogyakarta, Jawa Timur, Sumatera Utara, Riau, Sumatera Barat, Jambi, Sumatera Selatan, Kalimantan Timur, Sulawesi Utara, Maluku dan Bali.

Pengelompokan nanas secara garis besar dibagi menjadi 2 kelompok, yaitu nanas dengan bentuk bulat lonjong dan besar, sari buah banyak, daging buah berserat kasar, umumnya mempunyai daun yang tidak berduri, jika sudah masak kulit buah berwarna kuning tidak merata, contoh : Nanas Cayenne lisse, Smooth cayenne, Cey dan Klayatan.

Kelompok kedua yaitu nanas dengan bentuk buah bulat, pangkal buah melebar, sari buah sedikit, daging buah agak kuning dan halus, daun pada umumnya berduri, sedangkan warna kulit buah yang matang berwarna kuning merata, contoh: Nanas Bogor, Palembang, Nunggal, Mandalang, dan Ripley queen.

Varietas nanas yang telah dilepas oleh Menteri Pertanian sebagai varietas unggul diantaranya yaitu nanas Wajo, Palembang, Tangkit, Subang, Simalungun, Lobong Emas, Lobong Kuning, Pakpak dan nanas Ponggok.

Syarat Tumbuh Tanaman Nanas

Tanaman nanas dapat tumbuh dan berproduksi baik dengan curah hujan optimum antara 1.000 – 1.500 mm/tahun, dengan temperatur 24 – 30°C. Jenis tanah yang sesuai adalah tanah berpasir dengan kandungan bahan organik tinggi serta dengan pH tanah antara 4,5 – 6,5.

Agar pertumbuhan bibit dilapangan bisa optimal maka waktu penanaman juga harus diperhatikan. Penanaman bibit nanas yang paling ideal adalah pada awal musim hujan. Pada saat-saat seperti itu sinar matahari tidak begitu panas dan kesulitan air bisa diatasi.

Keadaan tersebut akan mengurangi kematian tanaman yang baru ditanam. Namun, walaupun ditanam pada musim hujan, sebaiknya penanaman dilakukan pada sore hari agar tanaman yang masih muda tersebut tidak layu. Air harus benar-benar diperhatikan, karena tanaman nanas banyak membutuhkan air pada awal-awal penanaman.

Perbanyakan Bibit Nanas

Nanas dapat diperbanyak secara vegetatif maupun generatif. Pada umumnya perbanyakan secara vegetatif digunakan untuk tujuan kebun produksi sedangkan perbanyakan generatif ditujukan untuk pemuliaan tanaman dalam upaya mendapatkan varietas unggul.

A. Perbanyakan Bibit Nanas dengan Stek Batang (Tunas Tidur)

Moh. Reza Tirtawinata dalam Trubus edisi 392 mengemukakan pada batang pokok terdapat 35 – 50 mata tunas tidur tertutup daun. Menjelang berbuah, sekitar 10 tunas juga tumbuh dan tunas tersebut harus dijarangkan agar buah menjadi besar. Dengan metode ini, dalam waktu relatif singkat dari satu batang nanas yang sudah tua dapat dihasilkan 80 bibit. Tahapan yang perlu dilakukan adalah:


Gambar 1. Persiapan stek batang
  • Tanaman yang sudah dipanen buahnya, daunnya dipangkas dan dibiarkan di lapangan selama 2 – 3 minggu, tujuannya untuk mengurangi penguapan. Perlakuan ini membuat tanaman induk “tahan banting” sebelum dicabut dari tanah. Sisa-sisa daun terus berfotosintesis untuk mengumpulkan cadangan karbohidrat yang diperlukan selama masa pembibitan.
  • Setelah 3 minggu, selanjutnya tanaman dicabut dari tanah, daunnya dibuang satu persatu hingga batang pokok terlihat. Di batang pokok tumbuh perakaran yang melingkar-lingkar di bagian pangkal. Beberapa mata tunas tidur mengelilingi bagian ujung batang berwarna kecoklatan bernas dan siap tumbuh. Mata tunas yang belum siap tumbuh berbentuk tonjolan berwarna putih.
  • Agar semua mata memiliki kesempatan tumbuh bersama, maka batang dipotong membujur menjadi 6 – 8 bagian, kemudian dipotong melintang dengan panjang kurang lebih 2,5 cm, sehingga potongan tersebut berbentuk segitiga.
  • Potongan batang selanjutnya dicelupkan dalam larutan fungisida kurang lebih 40 detik, diangkat dan dikering-anginkan kemudian disemai dalam bak pasir yang telah disiram larutan fungisida atau ditanam di tanah yang banyak mengandung cukup bahan organik, dengan jarak tanam 5 x 5 cm. Batang bermata tunas ditanam menghadap keatas, sedangkan bagian terluka dipendam dibawah permukaan pasir.
  • Penyiraman dilakukan dengan hati-hati sehingga permukaan bekas potongan menjadi kering dan keras.
  • Setelah 4 – 6 minggu, maka tunas 10  -20 mata tunas telah membentuk tunas-tunas daun kecil. Setelah 8 minggu, tunas-tunas tersebut dipisah-pisahkan dengan cara memotong batang pokok induk. Tunas-tunas baru tersebut pada umumnya belum memiliki perakaran sendiri dan untuk pertumbuhannya berasal dari cadangan karbohidrat yang tersedia di potongan batang induk.
  • Siapkan pot atau polybag dengan media campuran pasir dan kompos, dengan perbandingan seimbang. Potong batang induk yang sudah ada tunasnya, selanjutnya ditanam pada media tersebut. Setelah 3 – 4 minggu benih nanas telah berakar, sehingga pertumbuhan tanaman selanjutnya akan pesat hingga mencapai ukuran siap tanam di lapangan. Bibit kemudian dipindah ke bedengan dengan jarak tanam 20 x 20 cm, pada umur 2,5 – 3 tahun tanaman telah menjadi dewasa.
  • Setiap batang tanaman yang besarnya normal dapat menghasilkan rata-rata 25 potongan batang segitiga. Temperatur yang sesuai untuk menumbuhkan tunas pada potongan batang di persemaian yaitu kurang lebih 29°C.

B. Perbanyakan Bibit Nanas dengan Stek Daun Mahkota

Keunggulan perbanyakan bibit nanas dengan stek daun adalah dapat diperbanyak secara massal, kondisi dan performa bibit di lapangan lebih kuat, seragam dan relatif sehat, waktu yang dibutuhkan penyediaan untuk bibit lebih cepat (3 bulan), biaya relatif lebih murah dan pengangkutan lebih mudah.

Selain keunggulan diatas, perbanyakan bibit nanas dengan cara ini juga memiliki kelemahan, yaitu membutuhkan bahan perbanyakan lebih banyak dan tingkat perbanyakan lebih rendah. Langkah-langkah perbanyakan bibit nanas dengan stek daun sebagai berikut :

  • Persiapan tempat penyemaian. Screen paranet dapat digunakan sebagai tempat penyemaian dengan tingkat penyinaran 65% (menggunakan paranet 65%). Bedeng-bedeng penyemaian dapat dibuat langsung diatas tanah atau pada meja. Media persemaian dapat berupa salah satu atau campuran dari bahan yaitu arang sekam, serbuk gergaji, pasir, arang sekam + kompos tanah, serbuk gergaji + kompos tanah, atau pasir + kompos tanah.
  • Dalam persiapan media tanam/semai sebaiknya media dalam kondisi steril dan basah kapasitas lapang. Media terlebih dahulu disiram untuk menjaga kelembaban dan tingkat kebasahan. Media dapat ditebar langsung diatas tanah persemaian atau diatas kantung pembibitan atau pada meja pembibitan. Kedalaman media persemaian kurang lebih 10 cm atau sekitar 1 karung (isi 50 kg) untuk luasan 1 – 2 meter persegi. Setelah itu, media diratakan dan siap untuk ditanami.

Gambar 2. Persiapan stek mahkota
  • Bahan perbanyakan bibit dapat bersumber dari daun batang nanas indukan, daun nanas anakan dan daun dari crown (mahkota) nanas. Hasil penelitian sementara menunjukkan bahwa tingkat daya tumbuh daun asal batang utama nanas lebih baik daripada daun yang berasal dari crown dan daun anakan. Namun demikian jumlah potongan duan yang dihasilkan dari potongan mahkota lebih banyak, sehingga lebih berpotensi untuk menghasilkan bibit lebih banyak.
  • Potongan daun direndam dengan desinfektan atau zat perangsang tumbuh (ZPT). Desinfektan berguna untuk mengurangi membusuknya potongan daun di persemaian yang diakibatkan oleh mikroba. ZPT dapat digunakan untuk mempercepat pertumbuhan serta meningkatkan jumlah tunas yang dihasilkan.
  • Setelah perendaman desinfektan/ZPT segera lakukan penanaman di media persemaian yang telah tersedia. Jarak penanaman antar potongan daun dalam persemaian minimal 5 cm, biasanya 1 meter persegi memuat 250 – 300 bibit.

Gambar 3. Penanaman stek batang (A dan B) dan mahkota (C)
  • Pemeliharaan saat persemaian meliputi: penyiraman minimal 2 kali seminggu, penyemprotan desinfektan minimal sekali seminggu, penyiangan gulma, penyulaman, pembuangan potongan daun yang busuk/kering.
  • Setelah tunas berumur 2 bulan, bibit dipindah ke polibag kecil ukuran 10 x 10 cm atau dapat juga pot gelas plastik (gelas bekas air mineral). pada saat pemindahan, sekaligus dilakukan pembuangan bahan daun (potongan daun sumber mata tunas sebelumnya).
  • Bibit yang dipanen atau sudah dipindah dari penyemaian perlu diaklimatisasi, setiap tanaman ditanam dalam polybag dengan media arang sekam atau media kompos dengan tanah (perbandingan 1:1). Pot yang sudah terisi diletakkan secara teratur.
  • Pemeliharaan saat aklimatisasi dilakukan secara rutin melalui penyiraman, pemupukan dan penyiangan gulma. penyiraman sebaiknya dilakukan minimal sekali seminggu. Penyiangan gulma dilakukan minimal sekali seminggu. Penyiangan gulma dalam polybag dilakukan agar gulma tidak mengganggu pertumbuhan bibit nanas.
  • Pemupukan menggunakan pupuk daun yang diaplikasikan melalui penyemprotan secara merata pada daun juga perlu dilakukan.

Gambar 5.  Benih nenas hasil stek siap tanam ke lapang

Disamping dua cara perbanyakan vegetatif tersebut diatas, perbanyakan bibit tanaman nanas dapat juga dilakukan dengan cara kultur jaringan. Perbanyakan bibit dengan metode kultur jaringan memungkinkan dapat memproduksi bibit secara massal dengan bahan tanaman yang relatif sedikit.

Namun demikian, pada perbanyakan kultur jaringan diperlukan modal yang cukup besar untuk pengoperasiannya, disamping juga dibutuhkan kemampuan dan keterampilan sumber daya manusia yang tinggi.

Loading...

TINGGALKAN BALASAN

Silahkan masukkan komentar anda!
Silahkan masukkan nama anda disini