Mudahnya Budidaya Jamur Kuping Hasil Melimpah

0

Unsurtani.com – Jamur kuping (Auricularia sp.) adalah salah satu jenis jamur kayu yang sudah cukup dikenal lama dibudidayakan. Jamur kuping mengandung gizi dan nilai nutrisi yang cukup tinggi serta lezat rasanya. Jamur kuping mempunyai nilai ekonomi yang cukup tinggi untuk dikembangkan, karena untuk membudidayakannya relatif mudah, tidak memerlukan lahan luas dan prospeknya cukup baik.

Namun masyarakat Indonesia belum mengembangkan usahatani jamur kuping secara luas. Hal ini disebabkan karena masyarakat Indonesia belum gemar mengonsumsi jamur kuping atau hanya sekedar menggunakan sebagai bahan masakan. Masyarakat belum memahami fungsi jamur kuping sebagai bahan konsumsi yang sehat. Simak juga Mengenal 10 Macam Jamur yang Bisa Dikonsumsi (Jamur Tidak Beracun)

Fungsi sebagai obat sebenarnya terbatas pada lendirnya yang keluar saat jamur dimasak. Lendir ini dipercaya bisa menetralkan kolesterol. Bahkan mampu menetralkan racun jika masakan tercampur bahan-bahan yang mengandung toksin, misalnya residu pestisida atau logam-logam berat. (Sumber tahunan Hortikultura Seri Tanaman Sayuran, 2006)

Dalam budidaya jamur kuping dengan media serbuk kayu dapat dibagi menjadi 4 tahapan, sebagai berikut:

  • Persiapan media tanam
  • Inokulasi dan inkubasi
  • Penumbuhan
  • Panen dan penanganan pasca panen

A. Teknologi Budidaya

Budidaya jamur kuping sama seperti budidaya jamur tiram maupun jamur shiitake yaitu disiapkan subtrat tanam dalam bentuk campuran serbuk gergaji kayu ditambah bekatul, kapur, dan gips kemudian disterilkan, ditanami bibit dan akhirnya ditumbuhkan selama 2-3 bulan. Proses persiapan media tanam meliputi kegiatan pemilihan bahan-bahan media tanam yang dibutuhkan dan proses pembuatannya.

1. Proses Perendaman/Penyiraman

Serbuk gergaji untuk media tanam jamur kuping biasanya diperoleh di tempat penggergajian kayu, sehingga serbuk gergaji yang ada berasal dari bermacam-macam jenis kayu. Namun, jenis kayu yang bagus untuk media tanam jamur kuping adalah kayu yang sehat dan cukup tua. Sebelum digunakan, serbuk gergaji direndam untuk menghilangkan bahan-bahan yang tidak diinginkan seperti getah kayu dan tumpahan solar pada saat penggergajian.

2. Proses Pengayakan

Pada prinsipnya pengayakan dilakukan untuk menyeragamkan ukuran serbuk gergaji yang akan digunakan sebagai media tanam. Pengayaan ini dilakukan dengan ayakan yang ukuran lubangnya adalah 0,5 x 0,5 cm.

Pengayakan sangat penting dilakukan agar pencampuran serbuk kayu dengan bahan-bahan lainnya dapat merata dan pertumbuhan misellia jamur setelah inokulasi juga akan lebih merata. Proses pengayaan ini juga bertujuan untuk menghilangkan serat tanaman yang masih besar, hal ini dikarenakan serpihan batang yang besar dapat merusakkan plastik baglog.

3. Proses Pencampuran

Serbuk gergaji yang sudah diayak selanjutnya dicampur dengan bahan-bahan lain. Komposisi berbagai macam media tanam yang dapat digunakan dalam budidaya jamur kuping, antara lain:

FormulaSerbuk gergaji
(kg)
Bekatul
(kg)
Kapur
(kg)
Gips
(kg)
I1001551
II1001050.5
III1001011

Tabel 1. Susunan formula pembuatan baglog jamur kuping

4. Proses Pewadahan (Pembuatan Log)

  • Campur rata semua bahan media tanam kemudian masukkan kedalam kantong plastik tahan panas, dan tidak mudah pecah yaitu plastik polipropilena (biasa dikenal dengan plastik PP) dengan ketebalan 0,005 mm.
  • Kedua ujung dasar plastik dilipat dan dimasukkan kedalam. Padatkan media dengan menggunakan alat mekanik sederhana atau alat lain.
  • Pengisian media tidak sampai penuh, namun masih ada ruang untuk pemasangan cincin pada ujung plastik.
  • Setelah dipasang cincin, di permukaan media dilubangi untuk penanaman bibit jamur,
  • Sumbat lubang dengan kapas kuat-kuat,
  • Tutup dengan penutup plastik dan media siap disterilkan,

5. Proses Sterilisasi

Media tanam dalam kantong plastik/baglog yang sudah dipadatkan disusun dalam drum besar yang dimodifikasi dengan menambahkan sarangan dan dasarnya diisi air. Sterilisasi dilakukan pada suhu 90°C selama 6 – 8 jam dengan menggunakan uap panas (dikukus) didalam drum.

6. Proses Pendinginan

Media tanam yang sudah disterilkan lalu didinginkan. Pendinginan dilakukan didalam ruangan yang mempunyai sirkulasi udara cukup agar panas yang ada pada media tanam berangsur-angsur menjadi dingin.

7. Proses Inokulasi dan Inkubasi

Proses inokulasi bibit jamur kuping ke media baglog

Inokulasi adalah kegiatan penanaman bibit jamur kuping kedalam media tanam yang sudah disterilisasi. Kegiatan inokulasi harus selalu dilaksanakan dalam keadaan aseptis (bebas hama) agar hasil yang diharapkan tidak terkontaminasi oleh mikroba lain. Ruang inokulasi sebaiknya adalah ruangan khusus yang bersih/steril.

Inkubasi/spawning adalah suatu kegiatan (pengkondisian) untuk penumbuhan bibit jamur kuping yang telah ditanam. Setelah dilakukan inokulasi, baglog kemudian ditempatkan dalam ruangan untuk menumbuhkan miselium jamur.

8. Proses Penumbuhan

Kegiatan penumbuhan dalam budidaya jamur kuping terdiri dari:

  • Memasukkan media tanam yang sudah penuh miselia (full spawn) kedalam ruang penumbuhan.
  • Atur kondisi ruang penumbuhan pada suhu 20 – 30°C dan kelembaban 80 – 90% dengan sirkulasi udara yang cukup.
  • Buka media tanam yang sudah penuh miselia dengan cara menyobek dinding atau dasar plastik dengan menggunakan cutter bersih/steril.
  • Biasanya pada umur 3 – 7 hari sudah terlihat calon jamur kuping yang berbentuk jongot-jongot berwarna coklat kehitaman. Pada 7 – 10 hari setelah terlihat calon jamur maka jamur kuping sudah dapat dipanen dengan ukuran normal.

Beberapa cara penempatan kantong media/baglog tanam diruang penumbuhan (Inkubasi):

  • Kantong media tanam/baglog disusun dalam satu deret
  • Kantong media tanam ditumpuk dalam satu deret
  • kantong media tanam digantungkan secara bertumpuk
Proses inkubasi baglog jamur kuping didalam kumbung

B. Panen dan Penanganan Pascapanen

Jamur kuping dipanen bila ukurannya sudah optimal, ditandai dengan ciri-ciri jamur kuping sudah mulai mengerut keriting dengan bagian pinggir tudung sudah mulai menipis. Pemanenan dilakukan dengan cara mencabut seluruh bagian jamur yang ukurannya sudah optimal.

Proses pemanenan jamur kuping (sumber foto: Antara/Regina Safri)

Penanganan pasca panen atara lain:

  • Jamur kuping yang telag dipetik dipotong akarnya menggunakan gunting sampai bersih. Hilangkan sisa-sisa serbuk gergaji yang masih menempel, kemudian dicuci dan bilas beberapa kali agar jamur menjadi benar-benar bersih.
  • Gunakan anyaman bambu/kepang/gedeg atau alas lain untuk menjemurnya.
  • Setelah dipetik, jamur kuping dijemur dibawah sinar matahari. Waktu penjemuran hingga benar-benar kering biasanya memerlukan wakto 3- 5 hari.

Simak juga:

REVIEW OVERVIEW
Budidaya Jamur Kuping
Loading...

TINGGALKAN BALASAN

Silahkan masukkan komentar anda!
Silahkan masukkan nama anda disini