Pemanfaatan Limbah Rumah Makan Untuk Ransum Ayam Buras

0

Unsurtani.com – Ayam buras merupakan komoditas andalan dan mempunyai masa depan yang menjanjikan baik secara ekonomi maupun sosial, karena ayam buras mampu mensuplai kebutuhan bahan pangan bergizi tinggi berupa daging dan telur. Disamping itu ayam buras mempunyai daya serap pasar yang cukup besar untuk memenuhi kebutuhan masyarakat.

Pengembangan ayam buras untuk mendukung peningkatan pendapatan peternak sangat tepat, karena ayam buras adalah ternak lokal yang sudah tidak asing lagi bagi petani, sudah beradaptasi dengan lingkungan pedesaan dan tidak membutuhkan modal besar. Daging ayam buras berdasarkan hasil penelitian Handawi (1994), dinilai bermutu baik, mengandung protein tinggi, rasa lebih gurih serta kandungan lemak dan kolesterolnya rendah.

Ayam buras sekalipun dipelihara secara intensif berproduksi 40% lebih rendah dibandingkan ayam ras. Perbedaan ini disebabkan oleh :

  • Variasi kemampuan genetik yang cukup besar antara individu ayam burgs yang dipelihara.
  • Perbedaan kualitas manajemen pemeliharaan yang mungkin sedikit banyak akan berbeda antara satu peternak dengan peternak lain, termasuk kualitas pakan yang diberikan.

Meskipun demikian pemeliharaan ayam buras masih memberikan keuntungan karena harga jualnya relatif lebih tinggi (138% untuk telur dan sekitar 200% untuk daging) dari pada ayam ras.

Mengingat biaya pakan mencapai 60-80% dari biaya produksi ayam buras, maka pemanfaatan limbah yang murah dan mudah diperoleh untuk ransum merupakan alternatif yang dapat menekan biaya produksi tersebut.

Pada pemeliharaan ayam buras secara tradisional (diumbar), kebutuhan nutrisi (gizi) didapat dari lingkungan sekitarnya. Tetapi dalam pemeliharaan secara intensif (di kandang) diperlukan pemberian ransum dengan gizi yang lengkap (karbohidrat, lemak, protein, vitamin dan mineral) dengan jumlah dan mutu yang cukup agar dapat memberikan hasil sesuai dengan harapan.

a. Protein

Protein digunakan untuk menjaga pertumbuhan dan penggantian sel rusak, sebagai sumber pemanasan tubuh dan bahan pembentuk telur. Untuk ayam dara dan induk masing-masing diperlukan sebanyak 15-19%.

b. Serat Kasar

Berguna untuk merangsang fungsi alat pencernaan. Pemberian serat kasar yang berlebihan akan menurunkan penyerapan sari makanan dan produksi telur. Kebutuhan serat kasar untuk ayam dara dan induk masing-masing 9-10%.

c. Lemak

Lemak merupakan zat gizi yang berfungsi sebagai cadangan energi. Jumlah yang diperlukan dalam ransum hanya sekitar 4-5 %.

d. Mineral

Peranan mineral adalah sebagai bahan pembentuk alat tubuh seperti tulang, darah, kerabang telur dan memperlancar proses kehidupan dalam tubuh. Oleh karena itu mineral harus ada dalam tubuh ayam, meskipun dalam jumlah sedikit. Calcium (Ca) dan Phosphor (P) diperlukan untuk pembentukan tulang dan kulit telur.

Kebutuhan gizi ayam buras lebih rendah bila dibandingkan dengan ayam ras. Ayam buras dewasa yang berumur lebih dari 22 minggu memerlukan protein 14%, Kalsium 3.4%, Phosphor 0.34% dan Energi Metabolis (energi dalam pencernaan) 2400-2600 Kka/kg (Sinurat, 1991).

Di wilayah DKI Jakarta banyak terdapat restoran, baik rumah makan padang, warung tegal (WARTEG) dan kantin pabrik perkantoran. Restoran tersebut merupakan sumber limbah makanan yang potensial. Selama ini limbah restoran belum banyak dimanfaatkan, sementara dari pengkajian IP2TP Jakarta, limbah tersebut dapat dimanfaatkan sebagai bahan pakan ternak yang murah.

Kebutuhan limbah restoran untuk ayam buras di DKI Jakarta cukup besar. Bila setiap ekor ayam buras menggunakan limbah restoran sebanyak 40 gram/hari (50% dari ransum), maka untuk 127.000 ekor ayam buras yang ada di DKI Jakarta diperlukan limbah restoran sebanyak 5.080 kg/hari. Dalam waktu setahun kebutuhan limbah restoran tersebut mencapai 1.828 ton.

Pengolahan Limbah Restoran

Cara pengolahan limbah restoran adalah sebagai berikut :

  1. Kumpulkan limbah restoran setiap hari dan letakkan dalam satu wadah.
  2. Pisahkan sampah seperti tusuk gigi, plastik-plastik pembungkus makanan dari limbah tersebut.
  3. Limbah yang sudah terkumpul, kemudian dikeringkan dengan cara dijemur di bawah terik sinar matahari selama kurang lebih 2 hari atau dengan menggunakan oven sampai kadar airnya mencapai kira-kira 10%.
  4. Giling limbah kering tersebut sampai halus sesuai ukuran yang dibutuhkan, sehingga limbah tersebut dapat dimanfaatkan sebagai campuran ransum ayam buras.

Berdasarkan hasil analisis laboratorium, kandungan gizi limbah restoran adalah :

  • Protein : 10,89%
  • Kalsium : 0,08%
  • Phosfor : 0,39%
  • Serat Kasar : 9,13%
  • Lemak : 9,70%
  • Energi Metabolis : 1.780 kkal/kg

Cara Pemberian Pakan

Cara pemberian pakan dari limbah restoran adalah sebagai berikut:

  1. Limbah restoran kering yang sudah digiling dicampur dengan pakan campuran.
  2. Pakan campuran terdiri dari 33% jagung, 33% dedak, 33% pakan komersil (broiler finisher) ditambah dengan 0.20% Starbio, 1 % vitamin dan mineral.
  3. Pemberian pakan pada ayam adalah dengan mengaduk rata limbah restoran dan pakan campuran dengan perbandingan 50:50% atau 25:75%.
  4. Pakan diberikan 80 gr/ekor/hari,

Simak juga : 

Loading...

TINGGALKAN BALASAN

Silahkan masukkan komentar anda!
Silahkan masukkan nama anda disini