Tips Sukses Berternak Ayam Buras atau Ayam Kampung

0

Unsurtani.com – Ayam buras atau ayam kampung sudah sangat dikenal oleh masyarakat luas. Daging dan telurnya disukai karena kandungan lemaknya yang relatif rendah. Memasarkan ayam buras tidak sulit, baik telur maupun dagingnya biasanya dijual dalam keadaan hidup. Harga ayam dewasa dipasaran relatif tinggi, tergantung besar badannya dan jenis kelaminnya.

Kita ketahui bahwa usaha ternak ayam buras sebagian besar merupakan usaha sampingan (tabungan hidup) yang dipelihara secara ekstensif atau tradisional. Agar produktivitasnya meningkat dan biaya produksi yang murah, maka kita harus bisa mengatasi masalah dan kelemahan yang dimilikinya antara lain :

  • Daya tumbuh lambat,
  • Produksi telur yang rendah,
  • Angka kematian yang tinggi pada anak ayam,

Keunggulan Ayam Buras

  • Menghasilkan telur antara 12-18 butir per satu masa bertelur,
  • Rata-rata berat telur 35-50 gr,
  • Pertama kali bertelur umur 250 hari,
  • Setahun bisa bertelur 2-3 kali,
  • Lama mengasuh anak 27-107 hari,
  • Kembali bertelur setelah 8-23 hari anaknya dipisah,
  • Berat rata-rata anak umur 90 hari adalah 425 gr,

Beberapa Hal Yang Perlu Diperhatikan

1. Pemilihan Bibit

Untuk mengatasi masalah pertumbuhan lambat adalah dengan melakukan seleksi atau memilih bibit yang baik. Usahakan agar memilih bibit yang :

  • Diketahui berasal dari keturunan ayam pertumbuhannya cepat, telurnya banyak, dll.
  • Tahan terhadap penyakit,
  • Untuk calon induk pilih yang berumur 6 bulan hingga 1 tahun,

Memilih Ayam Betina

Ciri-ciri ayam betina petelur yang baik :

  • Tidak cacat,
  • Kepalanya halus, matanya terang/jernih,
  • Muka sedang, paruh pendek dan kuat,
  • Jengger dan pial tidak keriput,
  • Badan cukup besar dan perut lebar,
  • Jarak antara tulang dada dan tulang belakang kurang lebih 4 jari,
  • Jarak antara tulang pubis kurang lebih 2 jari,

Memilih Ayam Pejantan

Ciri-ciri ayam jantan yang baik :

  • Tidak cacat,
  • Badan kuat dan agak panjang,
  • Sayap kuat dan bulu-bulu teratur rapi,
  • Paruh bersih,
  • Mata tajam, jernih,
  • Kaki dan kuku bersih serta sisik-sisk teratur,
  • Terdapat taji, baik yang runcing/bulat,

Memilih Anak Ayam

Ciri-ciri anak ayam yang baik :

  • Tidak cacat,
  • Bulu kering,
  • Dubur harus kering, bersih,
  • Lincah, sehat,
  • Mata bulat dan terang bercahaya,
  • Kaki kuat berdiri tegak,

2. Pemisahan Anak dari Induknya

Untuk mengatasi angka kematian tinggi pada anak ayam terutama saat musim penyakit (Agustus – September) ada beberapa cara :

  • Lakukan vaksinasi pada anak-anak ayam,
  • Kalau memiliki kandang indukan sebaiknya anak dipelihara terpisah dari induknya. Ini dilakukan agar mudah pengawasan terhadap kesehatan.

3. Pencegahan Penyakit

Kematian tertinggi disebabkan oleh penyakit ND (New Castle Deasease) atau disebut tetelo. Biasanya menyerang pada saat pergantian musim. Penyakit ini tidak bisa diobati tetapi hanya bisa dilakukan pencegahan dengan vaksinasi teratur.

Waktu vaksinasi adalah saat ayam umur 4 hari, selanjutnya vaksin kedua umur 4 minggu dan ke tiga umur 4 bulan. Agar lebih efisien jika melakukan vaksinasi secara bersamasama dengan peternak lainnya (misalkan tetangga) karena 1 ampul vaksin dapat digunakan untuk 50 – 100 ekor ayam.

4. Perkandangan

Disediakan tempat bernaung atau berlindung khususnya pada saat malam hari. Sebaiknya dibuatkan pula tempat bertelur. Apabila ingin mendapatkan penghasilan yang lebih baik, maka buatkan kandang sederhana yaitu terbuat dari bahan bambu atau kayu. Dengan ukuran kandang 1 meter persegi untuk 10-15 ekor ayam dewasa. Khususnya untuk pembesaran anak ayam, pembuatan kandang dimaksudkan agar lebih cepat dijual yaitu :

  • Ayam dipelihara mulai umur 1-2 bulan,
  • Dibesarkan dan digemukkan selama 2-3 bulan,
  • Diberikan makanan yang baik (dedak 70%, Jagung 25% dan tepung ikan 5%)

5. Pemberian Pakan

Kebutuhan nutrisi atau gizi ayam buras yaitu protein sekitar 14%, dengan energi 2.600 Kkal/kg ransum. Ayam yang diumbar tidak mampu untuk memperoleh persediaan makanan yang berenergi dan mengandung jumlah protein yang cukup, sehingga perlu diberikan pakan tambahan bisa bermacam bahan asalkan harganya murah.

Ransum ayam (buras) harus mengandung bahan-bahan :

  • Bahan yang sumber energi, dedak, jagung dan bahan lainnya dengan porsi 50-70%.
  • Bahan sumber protein nabati : kedelai, kacang hijau, bungkil kelapa, dengan porsi 20-40%.
  • Bahan sumber protein hewani seperti : tepung ikan, dengan porsi 6-10%. Tepung ikan bisa dibuat sendiri dari ikan yang sudah dikeringkan kemudian digiling menjadi butiran halus.

Memilih bahan harus mempertimbangkan hal-hal sebagai berikut :

  • Bahan-bahan tersedia di daerah setempat,
  • Disenangi oleh ayam,
  • Murah harganya dan berkualitas,

Contoh pemberian pakan yang bisa digunakan perbandingannya yaitu :

  • Dedak : Jagung : Tepung ikan, dengan perbandingan 5 : 4 : 1
  • Dedak : Jagung : Tepung ikan, dengan perbandingan 7 : 2½ : ½

Simak juga :

Loading...

TINGGALKAN BALASAN

Silahkan masukkan komentar anda!
Silahkan masukkan nama anda disini