Cara Meningkatkan Kelahiran Kembar pada Kambing Peranakan Etawa (PE)

0

Unsurtani.com – Upaya meningkatkan kelahiran kembar adalah suatu bentuk usaha yang tidak terpisahkan dengan produktivitas, karena dengan kelahiran kembar yang lebih banyak akan lebih cepat meningkatkan populasi. Namun demikian untuk meningkatkan kelahiran anak kembar terdapat beberapa faktor penting yang mendukung, yaitu bangsa, berat badan, dan umur ternak.

Faktor-faktor tersebut sangat berpengaruh terhadap laju ovulasi dan jumlah anak sekelahiran. Tingkat ovulasi kambing PE lebih rendah dibanding kambing kacang, masing-masing 1,50 dan 1,68 dan jumlah anak sekelahiran 1,43 dan 1,56 (Subandriyo et al., 1986).

Laju ovulasi adalah faktor pembatas utama dari jumlah anak yang dilahirkan. Setiap peningkatan satu unit ovulasi meningkatkan jumlah anak yang dilahirkan sebanyak 0,76. Untuk meningkatkan ovulasi dan kelahiran kembar tidak hanya melalui seleksi genetik, tetapi dapat dilakukan dengan perlakuan pakan dan hormonal.

Energi dan protein sangat berperan disamping kandungan nutrisi lainnya untuk mempengaruhi laju ovulasi. Pemberian pakan dengan kualitas tinggi dalam waktu 2 – 4 minggu sebelum kawin (flushing) dapat meningkatkan laju ovulasi dan jumlah anak sekelahiran.

Namun sebaliknya pemberian pakan secara berlebih dalam waktu yang lebih lama tidak secara nyata memberikan pengaruh laju ovulasi dan kelahiran kembar (Sutama at al., 1988). Berdasarkan kenyataan tersebut dapat dikatakan bahwa strategi pemberian pakan sangat berperan dalam mencapai keberhasilan anak kembar. Cara lain untuk meningkat ovulasi adalah dengan program superovulasi dengan bahan PMSG, FSH, dan LH.

Rasma (1996) menyatakan bahwa pemberian hormon PMSG (Pregnant Mare Serum Gonadotropin ) 15 mg/kg berat badan dapat memberikan efek yang terbaik terhadap laju ovulasi dan kelahiran kembar pada kambing PE muda dibanding dengan dosis 10 dan 20 iu /kg berat badan, tetapi variasi antar individu masih tinggi.

Namun demikian informasi yang tersedia mengenai superovulasi masih sangat bervariasi antara peneliti satu dengan peneliti lainnya. Oleh karena itu penelitian mengenai hal tersebut masih sangat diperlukan sebagai rujukan bagi calon pengguna.

Simak juga :

Loading...

TINGGALKAN BALASAN

Silahkan masukkan komentar anda!
Silahkan masukkan nama anda disini