Cara Mengolah Pelepah dan Daun Sawit untuk Pakan Ternak Sapi

0

Unsurtani.com – Luas pertanaman Kelapa Sawit di Bengkulu dari tahun ke tahun mengalami peningkatan, dan saat ini telah menjadi salah satu komoditas yang berperan sangat penting dalam hal penerimaan petani, penyerapan tenaga kerja, serta pengembangan perekonomian rakyat. Pada tahun 2013 luas perkebunan kelapa sawit di Bengkulu mencapai 76.463 ha yang tersebar di 4 Kabupaten dengan produksi sebesar 256.227 ton (BPS, Provinsi 2013).

Pemeliharaan ternak sapi bersamaan penanaman Kelapa Sawit sudah lama dilakukan di Provinsi Bengkulu (tahun 2005 dimulai di perkebunan swasta PT. Agricinal). Pelepah dan daun kelapa sawit dapat diberikan dalam keadaan segar hingga 30% dari konsumsi bahan kering ransum. Untuk meningkatkan konsumsi dan kecernaan pelepah dapat dilakukan dengan penambahan produk ikutan lainnya dari kelapa sawit.

Hal yang sama juga berlaku untuk daun kelapa sawit yang secara teknis dapat dipergunakan sebagai sumber atau pengganti pakan hijauan. Untuk meningkatkan konsumsi dan kecernaan pelepah dapat ditambahkan produk samping lain dari kelapa sawit. Penampilan sapi yang diberi pelepah segar atau silase dalam bentuk kubus (1 – 2 cm) cukup menjanjikan. Pemberian pelepah sebagai bahan ransum dalam jangka panjang menghasilkan karkas yang berkualitas.

Daun kelapa sawit menghasilkan hijauan segar yang dapat diberikan langsung ke ternak baik yang berbentuk segar maupun yang telah diawetkan dengan perlakuan silase maupun amoniasi. Perlakuan dengan silase memberikan keuntungan, karena lebih aman dan dapat memberikan nilai nutrisi yang lebih baik dan sekaligus memanfaatkan limbah pertanian.

Keuntungan lain dengan perlakuan silase ini adalah pengerjaannya mudah dan dapat meningkatkan kualitas dari bahan yang di silase. Berdasarkan kriteria tersebut, pelepah dan daun sawit termasuk kedalam pakan dasar.

Hasil penelitian Purba et al (2011), menunjukkan pelepah daun sawit dapat menggantikan rumput sampai 80% tanpa mengurangi laju pertumbuhan bobot badan domba yang sedang tumbuh. Pelepah dapat diberikan dalam bentuk segar atau diproses terlebih dahulu menjadi silase.

Hasil kajian BPTP Bengkulu di Bengkulu Tengah menunjukkan bahwa pemberian pakan hijauan 10% dari berat badan sapi + pakan tambahan fermentasi pelepah dan daun kelapa sawit sebanyak 5 kg/ekor/hari menunjukkan berat badan rata-rata 0,21 kg/ekor/hari.

Sedangkan pada penambahan pakan tambahan fermentasi pelepah dan daun sebanyak 5 kg/ekor/hari, fermentasi solid 2 kg/ekor/hari dan dedak padi 1 kg/ekor/hari menunjukkan peningkatan berat badan harian sapi yang cukup tinggi yaitu 0,47 kg/ekor/hari.

Fermentasi Pelepah dan Daun Sawit

Peralatan : Mesin Pencacah (Chopper), terpal, plastik karung, ember dan garu.
Bahan-bahan : Pelepah dan daun sawit 200 kg, urea 1 kg, starbio 1 kg dan air 8 liter.

Cara pembuatan :

  • Pelepah dan daun kelapa sawit di cacah menggunakan mesin chopper hingga halus,
  • Larutkan urea dan starbio dengan air sebanyak 8 liter,
  • Hamparkan potongan pelepah dan daun pada terpal dan disiram dengan larutan urea dan starbio sampai habis.
  • Aduk tumpukan tersebut hingga tercampur rata, kemudian semua bahan dimasukkan kedalam drum, padatkan dan tutup rapat untuk mempertahankan kondisi tanpa udara (anaerob).
  • Setelah 2 – 3 minggu, bahan siap digunakan,
  • Pada saat bahan dibuka, kering-anginkan terlebih dahulu, baru diberikan kepada ternak.

Pelepah dan daun kelapa sawit fermentasi dapat disimpan dalam kurun waktu yang cukup lama, bahkan bertahun-tahun tanpa mengalami penurunan nilai nutrisi.

Simak juga :

Loading...

TINGGALKAN BALASAN

Silahkan masukkan komentar anda!
Silahkan masukkan nama anda disini