Inilah Varietas Unggul Baru PADI TAHAN Penyakit TUNGRO

1

Unsurtani.comPenyakit tungro masih menjadi ancaman kestabilan produksi padi di Indonesia. Penyakit tungro awalnya hanya dijumpai pada beberapa wilayah produksi padi di Sulawesi Selatan, Kalimantan Selatan, Nusa Tenggara Barat, dan Sulawesi Utara namun saat ini telah menyebar di 27 provinsi yang meliputi 142 kabupaten. Pada tahun 2010-2013, rata-rata luas serangan penyakit tungro per tahun 11,379 ha dan puso 202 ha.

Sejumlah pengendalian yang dianjurkan seperti tanam serempak dalam areal yang luas, pergiliran varietas, eradikasi selektif, dan penggunaan pestisida saat ini masih belum memberikan hasil memuaskan.

Pada sejumlah daerah endemik tungro, pelaksanaan tanam serempak dalam skala luas yang diikuti dengan bera atau pergiliran varietas, sulit diterapkan akibat terbatas atau tersedianya air pengairan terus menerus, dan adanya faktor sosial budaya yang spesifik. Kondisi semacam ini menyebabkan setiap saat di lapangan terdapat sumber inokulum dan vektor yang efektif menyebarkan penyakit tungro.

Hasil penelitian menunjukkan bahwa penggunaan varietas tahan tungro efektif mencegah terjadinya ledakan penyakit tungro. Badan Penelitian dan Pengembangan Pertanian telah melepas beberapa varietas unggul baru padi tahan penyakit tungro antara lain Inpari 7, Inpari 8, Inpari 9 Elo, Inpari 36 Lanrang, dan Inpari 37 Lanrang.

INPARI 7 Lanrang

Potensi hasil Inpari 7 Lanrang adalah 8,7 ton/ha GKG dengan rata-rata hasil 6,2 t/ha GKG. Umur tergolong sedang 110-115 hari. Tekstur nasi pulen dengan kadar amilosa 20,78 %. Selain agak tahan tungro inokulum No. 013 juga agak tahan terhadap HDB ras III dan IV. Varietas unggul baru padi ini cocok ditanam di ekosistem sawah dataran rendah sampai ketinggian 600 m dpl.

INPARI 8

Inpari 8 memiliki potensi hasil 9,9 t/ha GKG, rata-rata hasil 6,3 t/ha GKG, umur 125 hari, tekstur nasi pulen dengan kadar amilosa 21 %. Tahan terhadap penyakit virus tungro inokulum No. 031 dan inokulum No. 013, agak tahan terhadap penyakit virus tungro inokulum No. 073. Varietas Inpari 8 dapat dikembangkan pada lahan irigasi dengan ketinggian sampai 600 m dpl.

INPARI 9 ELO

Inpari 9 Elo berpotensi menghasilkan 9,3 t/ha GKG, rata-rata hasil 6,4 t/ha GKG, umur 125 hari, tekstur nasi pulen dengan kadar amilosa 20,46 %. Tahan terhadap penyakit virus tungro inokulum No. 013, agak tahan terhadap penyakit virus tungro No. 073 dan No. 031, agak tahan terhadap penyakit HDH ras III. Varietas unggul baru ini sesuai dikembangkan pada lahan irigasi dengan ketinggian sampai dengan 600 m dpl.

INPARI 36 Lanrang

Inpari 36 Lanrang memiliki potensi hasil 10,0 t/ha GKG dengan rata-rata hasil 7,6 t/ha GKG, umur 114 hari, tekstur nasi pulen dengan kadar amilosa 20,7 %. Tahan terhadap tungro varian 073, tahan terhadap penyakit blas ras 033 dan 073, agak tahan penyakit blas ras 133 dan 173, agak tahan HDB stain IV. Varietas Inpari 36 Lanrang dapat dikembangkan pada ekosistem sawah irigasi sapai ketinggian 600 m dpl.

INPARI 37 Lanrang

Inpari 37 lanrang berpotensi hasil 9,1 t/ha GKG dengan rata-rata hasil 6,3 t/ha GKG, umur 114 hari, tekstur nasi pulen kadar amilosa 21,4 %. Tahan terhadap tungro varian 073, tahan penyakit blas ras 133 dan 173, agak tahan penyakit blas 033 dan 073, agak tahan HDB strain III dan IV. Varietas unggul baru padi ini sesuai dikembangkan di ekosistem sawah irigasi dataran rendah sampai ketinggian 600 m dpl.

Simak juga :

Loading...

1 Komentar

TINGGALKAN BALASAN

Silahkan masukkan komentar anda!
Silahkan masukkan nama anda disini