Mengatasi 10 Penyakit Utama Tanaman Pepaya

0

Unsurtani.com – Setelah pada artikel sebelumnya sudah kami bahas mengenai “Mengenal dan Mengatasi Hama Utama tanaman Pepaya“. Pada kesempatan yang baik ini akan dibahas penyakit utama yang sering menyerang tanaman pepaya.

Diharapkan dengan mengetahui hama utama tanaman pepaya, sobatani bisa melakukan pengendalian sejak dini demi menghindari kerugian dari serangan yang ditimbulkan. Berikut ini 10 Penyakit Utama Tanaman Pepaya :

1. Busuk Akar dan Pangkal Batang

Gambar 1. Penyakit Busuk Akar dan Pangkal Batang

Penyebab : Jamur Phytophthora palmivora (Butl.) Butl.,Pythium spp.
Gejala : Mula-mula daun bawah layu, menguning dan menggantung di sekitar batang sebelum rontok. Selanjutnya daun-daun yang agak muda juga menunjukkan gejala yang sama, sehingga tanaman hanya mempunyai sedikit daun-daun kecil di puncaknya. Akhirnya tanaman mati.

Jika digali akar lateral membusuk, menjadi masa berwarna coklat tua, lunak, dan seringkali berbau tidak enak. Serangan yang parah dapat merusak akar tunggang sampai pangkal batang.

Jamur ini juga menyerang tanaman dalam pembibitan yang dikenal dengan penyakit semai damping off, yang terjadi ketika kelembaban tinggi dan suhu udara panas apalagi ketika semai ditanam dengan jarak tanam rapat. Serangan pada buah dimulai dari dekat tangkai yang ditandai dengan adanya miselium berwarna putih seperti beludru.

Pengendalian :

  • Drainase dan aerasi di pembibitan maupun di lapang harus baik,
  • Tanah pembibitan perlu disterilkan,
  • Penaman biji/bibit tidak terlalu dalam,
  • Rotasi tanaman bukan inang (selain jeruk, coklat, durian, karet, kelapa, lada dan pinang),
  • Tanaman sakit segera dibongkar sampai akar-akarnya lalu dibakar,
  • Serangan pada buah dicegah dengan penyemprotan fungisida terutama di daerah dekat tangkai buah,

2. Penyakit Tepung (Powdery Mildew)

Gambar 2. Penyakit Tepung (Powdery Mildew) pada Pepaya

Penyebab : Oidium caricae Noack,
Gejala : Cendawan ini menyerang daun melalui permukaan bagian bawah. Bagian bawah daun tampak berwarna putih seperti tepung. Bagian atas permukaan daun, biasanya dekat tulang daun, tampak bintik-bintik berwarna kuning atau hijau pucat.

Batang dan tangkai daun muda yang terserang penyakit ini menjadi bertepung agak basah. Penyakit ini lebih berat pada musim kemarau dan lebih banyak dijumpai pada daerah pegunungan.

Pengendalian :

  • Penyakit ini dicegah dengan hembusan tepung belerang dosis 0,7% atau fungisida lain. Penghembusan sebaiknya dilakukan pagi hari saat hari cerah.
  • Mengurangi naungan pada pesemaian,
  • Pemeliharaan tanaman yang baik ,

3. Penyakit busuk buah Rhizopus atau Busuk Hitam

Gambar 3. Penyakit busuk buah Rhizopus atau Busuk Hitam

Penyebab : Rhizopus stolonifer Lind.
Gejala : Penyakit ini merupakan penyakit pasca panen (saat pengangkutan dan di penyimpanan). Penyakit ini menyerang buah pepaya tua yang terluka. Buah yang terserang penyakit ini akhirnya menjadi busuk, bonyok dan berair. Bila keadaannya lembab, buah dilapisi oleh sporangiospora berwarna hitam.

Pengendalian :

  • Buah-buah yang sakit dipetik lalu dimusnahkan,
  • Perendaman buah ke air panas yang bersuhu 47°C selama 20 menit untuk mencegah pembusukan,
  • Penyimpanan buah pada suhu rendah 10°C,
  • Pembungkusan buah dengan kertas saat panen untuk menghindari luka pada buah,

4. Penyakit Busuk Buah Antraknosa

Gambar 4. Penyakit Busuk Buah Pepaya (Antraknosa)

Penyebab : Colletotrichum gloeosporioides (Penz) Sacc.
Gejala : Serangan pada buah muda ditandai dengan munculnya bercak kecil kebasah-basahan, yang mengeluarkan getah yang berbentuk bintik. Serangan pada buah muda berkembang sangat lambat dan berkembang cepat saat buah menjelang masak. Pada buah yang menjelang matang muncul bercak-bercak kecil bulat kebasah-basahan berwarna coklat kemerahan.

Bila buah bertambah masak, bulatan-bulatan tadi semakin besar dan busuk cekung ke arah dalam buah. Kerusakan pada buah matang lebih banyak terjadi pada buah yang luka pada saat sebelum panen dan setelah panen.

Pada daun, terjadi bercak kecil kebasah-basahan dan bentuknya tidak teratur, meluas berwarna coklat muda. yang sudah lanjut, pusatnya berwarna putih kelabu, dan kadang-kadang menjadi berlubang. Jamur ini dapat menginfeksi tangkai daun dari daun tua.

Pengendalian :

  • Hindari terjadinya pelukaan pada buah sejak masih muda sampai saat setelah panen (pemetikan, pengangkutan dan penyimpanan),
  • Memusnahkan daun dan buah yang bergejala penyakit,
  • Jarak tanam tidak terlalu rapat (minimal 2-3 m x 3 m),
  • Hindari tumpang sari dengan tanaman inang alternatif penyakit antraknosa (cabai, mangga, pisang dan ubi kayu),
  • Kebusukan selama penyimpanan dapat dicegah dengan cara mencelupkan buah ke dalam air panas 43-49°C selama 20 menit,
  • Penggunaan fungisida di lapang dengan bahan aktif Manzeb

5. Penyakit Erwinia Papayae

Gambar 5. Penyakit Erwinia Papayae

Penyebab : bakteri Bacterium papayae,
Gejala : Tangkai daun dan batang yang masih hijau terdapat bercak kebasah-basahan. Pada tanaman muda daun menguning dan membusuk. Setelah beberapa lama bagian tunas-tunas muda mangalami kematian.

Pada helain daun yang besar terdapat bercak-bercak kering yang bentuknya tidak teratur, selanjutnya meluas sepanjang tulang-tulang daun. Jika penyakit telah meyerang batang, batang akan membusuk, semua daunnya akan gugur dan pada akhirnya diikuti oleh matinya seluruh tanaman.

Pengendalian :

  • Konsep budidaya tanaman sehat,
  • Pengendalian serangga pengunjung pada tanaman pepaya karena bakteri layu Erwinia di tularkan oleh serangga vektor dari tanaman sakit kepada tanaman sehat,
  • Membongkar tanaman yang sakit lalu dibakar,
Loading...

TINGGALKAN BALASAN

Silahkan masukkan komentar anda!
Silahkan masukkan nama anda disini