Mengatasi Padi Terserang Penyakit Tungro

0

Unsurtani.comPenyakit tungro merupakan salah satu penyakit penting pada tanaman padi karena memiliki potensi merugikan. Saat ini, penyakit tungro masih menjadi salah satu penghambat dalam usaha meningkatkan produksi padi nasional terutama di daerah endemis tungro.

Serangan penyakit tungro pada tanaman padi dapat menurunkan hasil sampai 90%, bahkan tidak jarang sampai terjadi puso jika tanaman terinfeksi pada fase-fase awal fase tanaman.

Keberadaan penyakit tungro sudah cukup lama dikenal di Indonesia dengan berbagai macam nama. Di Sulawesi Selatan dikenal dengan sebutan Cellapance, penyakit habang di Kalimantan, Kebebeng di Bali.

Gejala Serangan

Gejala serangan penyakit tungro diantaranya tampak pada perubahan pada daun muda menjadi kuning orange. Perubahan warna ini dimulai dari ujung daun. Jumlah anakan berkurang serta tanaman menjadi kerdil dan pertumbuhannya terhambat.

Gejala penyakit tungro tersebar mengelompok, hamparan padi biasanya bergelombang karena adanya perbedaan tinggi tanaman padi antara yang terinfeksi dan tanaman sehat.

Penyebab Tungro

Penyakit tungro disebabkan oleh virus tungro berbentuk batang (Rice Tungro Basil Virus) dan berbentuk spiral (Rice Tungro Spherical Virus) yang ditularkan melalui serangga vektor wereng hijau (Nephothettix virescens).

Terdapat 5 jenis spesies wereng hijau yang menularkan virus tungro, yaitu Nephothettix virescens, N. nigropictus, N. malayanus, N. parvus dan Racilia dorsalis/wereng zig-zag.

Cara Pengendalian

1. Tanam Serempak

Tanam serempak dilakukan sebagai upaya meminimalisir keberadaan sumber inokulum penyakit tungro yang kemungkinan berasal dari tanaman sekitar yang berbeda umur. Dengan tanam serempak penyebaran tungro dari satu lahan ke lahan lainnya dapat dicegah.

2. Waktu Tanam yang Tepat

Penanaman di lapangan dilaksanakan pada saat puncak populasi serangga vektor rendah, hal ini bertujuan untuk menghindari infeksi dini virus tungro pada saat puncak populasi wereng hijau. Monitoring populasi penting dilakukan untuk merencanakan waktu tanam pada saat puncak terkena tungro tinggi sehingga dapat terhindar dari serangan penyakit tungro.

3. Eradikasi Sumber Inokulum

Sumber inokulum virus tungro di lapangan dapat berupa pertanaman padi ataupun gulma di sekitar pertanaman. Tanaman padi dapat berupa pertanaman sisa/singgang ataupun pertanaman yang terkena tungro.

Gulma yang umum berada di sawah saat ini diketahui menjadi penulat penyakit tungro diantaranya Cyperus rotundus, Phylantus niruri, Fimbristylis miliaceam Euleusine indica, dll.

Menghilangkan sumber inokulum di sekitar pertanaman dengan membuang/membersihkan/mencabut sumber inokulum merupakan langkah pencegahan tungro menyebar lebih luas.

4. Penggunaan Varietas Tahan

Penggunaan varietas tahan merupakan komponen paling efektif dalam mengendalikan tungro, bahkan penggunaan varietas tahan efektif pada berbagai ekosistem padi di Indonesia.

Namun demikian, penggunaan varietas tahan tidak boleh ditanam terus-menerus karena dapat meningkatkan berkembangnya vektor penyebab tungro (wereng hijau) menjadi biotipe baru.

Hasil penelitian menunjukkan bahwa penggunaan varietas tahan dalam suatu hamparan sangat berpengaruh nyata terhadap penurunan intensitas penyakit tungro di lapangan.

Simak juga : Jenis-jenis Wereng Hama Utama Tanaman Padi

Saat ini Bada Penelitian dan Pengembangan Pertanian telah melepas beberapa varietas unggul baru (VUB) padi tahan tungro dengan istilah TARO, singkatan dari Tahan Tungro. VUB TARO Inpari 36 Lanrang dan Inpari 37 Lanrang merupakan dua verietas TARO terbaru yang dilepas tahun 2015. VUB ini melengkapi varietas TARO yang sudah ada sebelumnya yaitu Inpari 7 Lanrang, Inpari 8 dan Inpari 9 Elo. Selengkapnya baca disini : Beberapa Varietas Padi Tahan Penyakit Tungro

Loading...

TINGGALKAN BALASAN

Silahkan masukkan komentar anda!
Silahkan masukkan nama anda disini