Mengenal dan Mengatasi Hama Utama Tanaman Pepaya

0

Unsurtani.comSerangan hama dan penyakit merupakan salah satu faktor yang mengakibatkan penurunan kualitas dan kuantitas produksi. Akibat yang lebih serius adalah kerusakan hasil panen sehingga harga jual menurun. Serangan hama dan penyakit bahkan dapat menyebabkan kematian tanaman.

Oleh karena itu, pengendalian hama dan penyakit mutlak diperlukan. Kali ini kita akan membahas tentang macam-macam hama yang menyerang tanaman pepaya beserta cara pengendaliannya.

Hama serangga yang menyerang tanaman pepaya diperkirakan ada sekitar 35 jenis yang terdiri dari jenis tungau, kutu, lalat buah, kumbang dan ngengat. Berikut ini beberapa hama utama yang perlu mendapat perhatian para petani pepaya :

1. Tungau

Hama tungau yang penting pada tanaman pepaya di Indonesia ada 3 yaitu Polyphagotarsonemus latus Banks, Tetranychus telarius L. dan Brevipalpus ponicis Geysk.

Polyphagotarsonemus latus Banks (Tungau Kuning)

Gejala : Tanaman semai dan tanaman muda merupakan sasaran serangannya. Di sisi sebelah bawah daun-daun muda yang lunak, tungau hidup bergerombol mengisap cairan daun. Daun menjadi terhambat pertumbuhannya, berkeriput, berwarna hijau tidak rata sampai coklat kekuningan dan bentuknya tidak normal karena tepi daun melengkung ke dalam. Tungau ini juga menyerang tanaman teh, karet, cabai dan tomat.

Tetranychus telarius L. (Tungau Merah)

Tungau dewasa panjangnya 0,5 mm, berwarna merah tua, dengan mulut dan kaki berwarna putih. Tungau ini juga menyerang ketela pohon, kapas, jeruk, kina, jarak, karet, tomat, dadap, kacang-kacangan, tanaman hias dan rumput-rumputan.

Gejala : Tungau ini menyerang dan mengisap cairan sel-sel daun tua. Luka bekas tusukan tampak jelas berupa bintik-bintik putih pada daun. Pada serangan berat seluruh daun tampak seperti terselaput bintik-bintik putih.

Brevipalpus phoenicis Geijskes (Tungau Jingga)

Gejala : seluruh stadia dari telur sampai dewasa ditemukan pada batang dan daun bagian bawah. Tungau ini menyerang tanaman dengan menghisap cairan sel jaringan daun, buah dan batang. Makin meningkat serangan, populasi tungau bergerak menyerang dan mengisap tajuk bagian atas, terutama buah. Buah pepaya yang diserang kulitnya menjadi tidak mulus, cacat seperti bergabus dan berwarna agak kecoklatan.

Pengendalian Hama Tungau:

  • Pemanfaatan predator tungau famili Phytoseiidae seperti, Neoseiulus fallacis, Phytoseiulus persimilis dan famili Ascidae seperti, Asca longiseta serta predator Coleoptera.
  • Sanitasi lingkungan untuk mengurangi gulma yang merangkap sebagai inang alternatif.
  • Pengelolaan gulma dibawah tajuk tanaman sebagai tempat berlindung dan penyedia pakan alternatif tungau predator.
  • Penggunaan akarisida secara bergilir mengingat tungau mudah sekali menjadi resisten terhadap pestisida.

2. Kutu Aphids (Myzuz persicae Sulzer)

Hama ini hidup berkelompok di bawah daun pepaya dan menyerang tanaman dengan cara menghisap cairan sel tanaman. Kutu ini memiliki tubuh lunak berwarna kehijauan atau kemerahan, panjangnya 2-3 mm. Kutu dewasa memiliki 2 bentuk tubuh yaitu bersayap dan tidak bersayap.

Kutu dewasa bersayap berarti bersiap-siap akan pindah meninggalkan kelompoknya dan mencari inang baru. Hama ini tersebar di tanaman pepaya terutama saat musim kemarau. Kutu daun inilah yang menjadi vektor dan penyebar virus keriting (mosaik) yang ditakuti petani pepaya karena sukar diberantas.

Gejala : Serangan berat mengakibatkan tanaman menjadi kerdil dan layu. Daun mengalami nekrotis serta warnanya menjadi tidak normal. Pada bagian yang terserang akan banyak terdapat embun gula dimana semut bergerombol. Serangan tingkat lanjut daun menjadi menggulung.

Pengendalian :

  • Pemanfaatan cairan mimba menunjukkan hasil yang efektif dan efisien.
  • Pengendalian dengan insektisida hanya memberikan hasil untuk waktu yang singkat karena hama ini mudah sekali menjadi resisten.
  • Penggunaan entomopathogenik jamur Verticillium lecanii menunjukkan hasil yang efektif dan efisien.
  • Pemanfaatan parasitoid Aphidius matricariae, dan Diaretus chenopodiaphidis Ashmead.
  • Penggunaan predator Aphidoletes aphidimyza, Aphidius gifuensis, Ephedrus cerasicola, Aphidius colemani dan Aphelinus abdominalis.
Loading...

TINGGALKAN BALASAN

Silahkan masukkan komentar anda!
Silahkan masukkan nama anda disini