Mengenal dan Mengatasi Hama Utama Tanaman Pepaya

0

3. Lalat Buah (Bactrocera dorsalis Hendel)

Gejala : Pada buah yang hampir masak terdapat bintik-bintik hitam bekas tusukan ovipositor lalat buah betina ketika memasukan telur ke dalam jaringan buah. Larva yang telah menetas mengeluarkan enzim perusak atau pencerna yang berfungsi melunakan daging buah sehingga mudah disedot dan dicerna.

Enzim ini juga mempercepat pembusukan sehingga buah berwarna coklat, tidak menarik dan terasa pahit bila dimakan. Apabila aktivitas pembusukan sudah mencapai tahap lanjut, buah akan jatuh ke tanah bersamaan dengan masaknya larva lalat buah yang siap memasuki fase pupa.

Pengendalian :

  • Pembungkusan buah sejak buah masih kecil,
  • Pengumpulan dan pemungutan sisa buah yang tidak dipanen atau busuk atau yang terserang lalat buah, lalu dipendam dalam tanah dengan kedalaman 30 cm,
  • Pendangiran tanah dibawah tajuk agar pupa terkena sinar matahari dan mati,
  • Penggunaan mulsa untuk mencegah pupa masuk ke dalam tanah,
  • Penggunaan perangkap Methyl Eugenol (ME) atau Cuelure,
  • Pemanfaatan musuh alami Biosteres arisanus, B. longicaudatus dan Opius sp,

4. Kutu Sisik

Penyebab : Aonidiella orientalis Ferns.
Gejala : Serangga penghisap ini mengakibatkan tanaman kehilangan cairan pada daun dan batang yang berdampak terhadap penurunan vigoritas. Serangan yang berat menyebabkan daun menguning dan bentuk daunnya abnormal. Serangan pada batang tanaman muda megakibatkan mati pucuk, sedangkan pada buah mengakibatkan kegagalan masak terutama pada bagian buah yang terserang.

Pengendalian :

  • Penggunaan parasitoid Comperiella lemniscata, Aphytis melinus, dan Encarsia citrina,
  • Penggunaan predator Coccinelidae Chilocorus circumdatus (Gyllenhal) dan C. baileyii,
  • Penyemprotan dengan mineral oil, insektisida Malathion dan Dimethoate,

5. Thrips (Thrips tabaci Lind)

Gejala : hama ini merusak daun sehingga daun menjadi berbintik-bintik halus berwarna keperakan. Bila serangan menghebat, bintik-bintik tersebut menjadi kering dan akhirnya daun mati.

Pengendalian :

  • Sanitasi lingkungan untuk mengurangi gulma yang merangkap sebagai inang alternatif, terutama gulma yang mempunyai bunga,
  • Pemberian mulsa untuk memutus siklus hidup hama thrips,
  • Pemakaian insektisida,
  • Pemanfaatan predator kelompok thrips seperti Leptothrips mali (Franklinothrips orizabenzis, Scolothrips sexmaculatus, Aeolothrips fasciatus dan A. kuwanaii),
  • Pemanfaatan parasit larva kelompok lebah seperti Ceranisus menes, Thripobius semiluters,

Simak juga : Mengatasi 10 Penyakit Utama Tanaman Pepaya

Demikian informasi tentang pengenalan dan pengendalian hama/penyakit penting tanaman papaya, semoga dapat dijadikan bahan pengetahuan bagi petani atau pengusaha yang bergerak dalam bidang agribisnis papaya, agar dapat segera mengambil keputusan untuk menghindari kerugian yang disebabkan oleh serangan hama/penyakit.

Loading...

TINGGALKAN BALASAN

Silahkan masukkan komentar anda!
Silahkan masukkan nama anda disini