Teknologi Pembibitan Sapi Bali

0

Unsurtani.comSapi Bali mempunyai peranan penting dalam kehidupan masyarakat Bali, selain sebagai penghasil daging, petani memanfaatkannya untuk megolah lahan pertanian, penghasil pupuk kandang, dan sebagai tabungan yang sewaktu-waktu bisa dijual.

Pembibitan sapi Bali merupakan sumber kegiatan dalam rangka peningkatan pendapatan petani ternak, selain itu sebagai usaha pelestarian dan pengembangan dalam rangka meningkatkan kualitas dan kuantitas sapi bali menjadi lebih baik.

Pemeliharaan calon induk penting dilakukan dalam pembibitan sapi bali dengan tujuan anak sapi yang dihasilkan nantinya mempunyai kualitas yang baik. Syarat ternak yang akan digunakan sebagai induk antara lain :

  • Mempunyai tanda telinga, artinya pedet tersebut telah terdaftar dan lengkap silsilahnya,
  • Matanya tampak cerah dan jernih,
  • Tidak terdapat tanda-tanda sering batuk, terganggu pernafasannya,
  • Tidak terlihat adanya eksternal parasit pada kulit dan bulunya,
  • Tidak terdapat adanya tanda-tanda mencret pada bagian ekor dan dubur,
  • Tidak ada tanda-tanda kerusakan kulit dan kerontokan bulu,

Pakan

Ada dua jenis pakan sapi Bali yaitu pakan hijauan dan pakan penguat (konsentrat). Pakan yang diberikan calon induk sapi Bali harus memadai, baik jumlahnya maupaun mutunya. Disamping pemberian hijauan yang berkualitas (minimal 10% dari berat badannya), induk sapi yang sedang bunting dapat diberikan pakan penguat berupa dedak padi sebanyak 1,5 – 2 kg/ekor/hari.

Kandang Sapi Bali

Kandang merupakan unsur penting dalam membudidayakan ternak, termasuk sapi bali. Kandang merupakan tempat berlindung dari sengatan sinar matahari, guyuran hujan, dan tiupan angin kencang yang dapat mempengaruhi kesehatan dan pertumbuhannya.

Gambar 1. Kandang sapi Bali model koloni

Faktor-faktor yang perlu diperhatikan dalam pembuatan kandang sapi antara lain: letak kandang, bahan kandang, ukuran kandang, dan perlengkapan kandang. Idealnya letak kandang harus agak jauh dari pemukiman penduduk, sehingga tidak mengganggu lingkungan di pemukiman penduduk.

Ukuran kandang yang baik untuk setiap ekor sapi bali adalah panjang 175-200 cm, lebar 125-150 cm. Ukuran kandang untuk sapi jantan dan betina hampir sama, yaitu panjang 200 cm dan lebar 150 cm untuk setiap ekornya. Idealnya, tinggi atap kandang bagian depan dibuat sekitar 250-350 cm dan tinggi atap bagian belakang sebaiknya sekitar 140-225 cm.

Reproduksi Sapi Bali

Mengenal saat perkawinan yang tepat merupakan syarat untuk bisa memahami kapan saat yang tepat untuk melaksanakan perkawinan sapi. setiap ekor sapi betina pada umumnya akan mengalami suatu siklus reproduksi dalam hidupnya.

Pubertas sapi bali rata-rata pada umur 2 sampai 2,5 tahun. Setelah sapi betina mencapai pubertas maka untuk pertama kalinya sapi mengalami birahi dan berulang setiap 21 hari sekali bila dalam kondisi tidak dikawinkan.

Gambar 2. Sapi Bali betina sedang bunting

Bila dikawinkan maka ada beberapa kemungkinan yang akan terjadi yaitu, fertilitas gagal, terjadi konsepsi namun embrio tidak terbentuk, sapi betina menjadi bunting namun terjadi abortus (keguguran), sapi betina bunting dan melahirkan pedet. Secara umum dikenal dua sistem perkawinan sapi bali yaitu Kawin alamiah dan Inseminasi buatan.

Kawin alami merupakan sapi jantan pemacak yang dikawinkan dengan sapi betina yang sedang birahi. Inseminasi Buatan (IB) lebih populer dikenal dengan istilah kawin suntik. Perkawinan ini dilakukan dengan bantuan manusia sebagai inseminator. Pemasukan sperma ke dalam cervix melalui alat khusus sejenis pipet yang terbuat dari plastik.

Umumnya 30 menit setelah lahir, anak sapi akan berdiri sendiri dan menyusu pada induknya. Anak sapi yang tidak mampu berdiri sendiri bisa dibantu untuk disusukan. Anak sapi perlu minum susu induknya pada hari-hari pertama hidupnya. Susu induk yang keluar 1-4 hari disebut susu jolong (kolostrum). Susu jolong mengandung zat yang berguna untuk pertumbuhan anak sapi, kegunaan susu jolong antara lain :

  • Protein dalam jumlah yang lebih banyak daripada susu buatan,
  • Vitamin yang lengkap terutama vitamin A, vitamin B2 dan C,
  • Zat antibodi untuk kekebalan tubuh anak sapi,
  • Merupakan obat untuk penyakit urus-urus (laxantia),
Gambar 3. Anak sapi Bali siap disapih

Anak sapi dibawah 6 bulan perlu mendapat makanan yang halus seperti hijauan muda atau bubur konsentrat sebagai pengganti susu. Sapi muda merupakan sapi yang sudah disapih sampai menjelang dewasa kurang lebih berumur 6-15 bulan.

Penyakit pada Sapi

Beberapa jenis penyakit yang secara umum sering menyerang sapi bali antara lain sebagai berikut :

1. Penyakit Diare (Call Scourse)

Penyakit diare adalah jenis penyakit akut dan menular pada anak sapi. Penyebab penyakit Bakteri Escherichia coli. Pencegahan penyakit ini dengan menjaga kebersihan kandang.

2. Penyakit Mulut dan Kuku (Apthae Epizootica)

Penyebab penyakit adalah virus, penyakit ini menyerang pada semua usia sapi. Pencegahan penyakit dengan vaksinasi menggunakan vaksin AE setiap selang 6 bulan. Pengobatan penyakit dapat diusahakan membersihkan bagian yang melepuh pada mulut dengan larutan aluminium sulfat 5%, dan pengobatan pada penyakit kuku dilakukan dengan meredamnya dalam larutan formalin atau larutan natrium karbonat 4%.

3. Penyakit Jembrana

Penyakit jembrana merupakan penyakit yang dapat menyebabkan kamatian ternak sapi secara masal. Penyebab penyakit ini adalah virus atau riketsia. Sapi yang diserang umumnya ternak sapi usia diatas 1 tahun. Gejala yang paling mencolok adalah sapi mengeluarkan keringat darah.

Keadaan ini biasanya terlihat setelah sapi demam selama 2-3 hari. Sapi bunting yang diserang penyakit ini akan mengalami keguguran. Penyakit jembrana ini terlihat unik karena kadang kala sapi bisa sembuh dengan sendiri. Pencegahan penyakit dilakukan dengan vaksinasi dengan menggunakan vaksin rudenpest.

Simak juga :

Loading...

TINGGALKAN BALASAN

Silahkan masukkan komentar anda!
Silahkan masukkan nama anda disini