Perbanyakan Tanaman Lengkeng dengan Cara Stek Batang

0

Unsurtani.com – Banyak orang berpendapat bahwa perbanyakan tanaman lengkeng secara vegetatif sangat sulit, dikarenakan kambium yang tipis dan mudah kering. Pendapat ini benar jika kita belum tahu teknologi yang tepat untuk melakukannya, namun jika kita sudah tahu teknologinya maka sangat mudah untuk menghasilkan benih lengkeng.

Kuncinya adalah kita harus tahu media yang tepat, umur entres yang diambil, waktu pengambilan entres serta pengaturan suhu dan kelembaban lingkungan.

Para penangkar tanaman lengkeng biasanya menanam biji, mencangkok atau menyambung untuk mendapatkan benih lengkeng. Namun, setiap perbanyakan tersebut mempunyai kelebihan dan kekurangan.

Pertimbangan utama untuk memilih teknik perbanyakan adalah tingkat keberhasilan yang tinggi. Selain teknik perbanyakan tersebut, ada satu lagi cara perbanyakan vegetatif yang mudah dan mempunyai tingkat keberhasilan yang tinggi, yaitu stek batang.

Stek batang pada tanaman lengkeng bukanlah sebuah kemustahilan seperti yang banyak dibayangkan orang. Cara ini memang belum banyak dilakukan penangkar di Indonesia, namun diluar negeri sudah dikembangkan sejak lama. Minimnya pengetahuan dan pengalaman yang menyebabkan di Indonesia belum berkembang teknik perbanyakan ini.

Balitjestro sudah melakukan penelitian tentang perbanyakan ini dan sudah ditemukan teknologinya sehingga perlu disebarluaskan agar bisa diaplikasikan oleh para penangkar di seluruh Indonesia.

Faktor yang perlu diperhatikan untuk mendapatkan tingkat keberhasilan yang tinggi dalam perbanyakan tanaman lengkeng dengan cara stek batang adalah sebagai berikut:

1. Jenis Varietas

Semua varietas dapat diperbanyak dengan cara stek batang, namun masing-masing mempunyai tingkat keberhasilan yang berbeda. Berdasarkan hasil penelitian, varietas diamond river tingkat keberhasilannya tertinggi dibanding varietas lainnya.

2. Umur Entres

Hasil penelitian diluar negeri mengatakan bahwa semua fase umur entres dapat digunakan sebagai bahan stek dengan tingkat keberhasilan yang berbeda. Namun, berdasarkan hasil penelitian Balitjestro fase muda dan setengah dewasa tidak bisa digunakan sebagai bahan stek, hanya pada stadia entres dewasa/tua yang berhasil. Perbedaan suhu dan kelembaban setiap tempat bisa jadi yang menyebabkan hal ini.

3. Media Tanam

Media tanam sebagai tempat tumbuh stek berperan dalam menyediakan tempat bagi akar untuk berkembang sehingga syarat mutlak harus bersifat porous. Berdasarkan hasil penelitian, kombinasi media tanam yang paling baik adalah tanah ladekan + arang sekam (2:1).

4. Pengaturan Suhu dan Kelembaban

Suhu dan kelembaban harus stabil untuk mendukung munculnya akar dan tunas sehingga perlu penyungkupan dengan plastik.

5. Zat Pengatur Tumbuh

Kecepatan akar untuk tumbuh perlu dirangsang dengan ZPT berbahan aktif auksin, contohnya adalah Rootone-F.

Persiapan Media Tanam

Gambar 1. Persiapan media tanam (Sumber foto: Balitjestro, 2016)
  • Siapkan media tanam tanah ladekan + arang sekam (2:1). Media yang digunakan harus bersih dari kerikil dan sampah, jika perlu diayak terlebih dahulu untuk mendapatkan media yang seragam.
  • Masukan media yang sudah siap ke dalam polybag.

Tahapan Perbanyakan Stek Lengkeng

  • Siapkan plastik bening PE ukuran paling besar (10 kg) untuk sungkup,
  • Siapkan zat pengatur tumbuh (Rootone-F),
  • Ambil entres tanaman lengkeng yang sudah dewasa yang ditandai daun dewasa/tua dan warna batang coklat. Panjang entres yang diambil adalah 7-8 mata tunas dari atas,
  • Potong ujung entres dan hilangkan daun, sisakan 1-2 helai daun,
  • Rendam entres dalam larutan Rootone-F selama 15 menit,
  • Tanam entres kedalam polybag yang sudah disiapkan,
  • Sungkup polybag dan tahan sungkup dengan bambu agar tetap berdiri,
  • Jaga kelembaban media dengan penyiraman secara rutin,
  • Bersihkan uap air dalam sungkup secara rutin,
Gambar 2. Proses perbanyakan bibit lengkeng dengan stek batang (Sumber foto: Balitjestro, 2016)

Jika langkah-langkah tersebut sudah dilakukan secara benar maka keberhasilan stek akan terlihat paling cepat 2 minggu yang ditandai dengan munculnya tunas baru. Pembentukan tunas ini seiring dengan terbentuknya kalis akar dan setelah tunas menjadi daun sempurna maka akar didalam media juga sudah terbentuk secara sempurna. Pembukaan sungkup bisa dilakukan setelah akar terbentuk sempurna.

Gambar 3. Stek batang lengkeng yang berhasil (Sumber foto: Balitjestro, 2016)

Simak juga :

Loading...

TINGGALKAN BALASAN

Silahkan masukkan komentar anda!
Silahkan masukkan nama anda disini