Panduan Budidaya Kentang Agar Hasil Panen Melimpah

0

Unsurtani.comKentang (Solanum tuberosum L.) termasuk famili Solanaceae dan merupakan salah satu komoditas sayuran yang mempunyai nilai ekonomi tinggi, tidak mudah rusak seperti sayuran lain, dan merupakan sumber kalori, protein dan juga vitamin.

Kentang dapat dikonsumsi sebagai sumber karbohidrat atau sayuran dan dapat pula diolah sebagai bahan baku pembuatan berbagai jenis makanan.

Syarat Tumbuh

Tanaman kentang cocok ditanam di dataran tinggi diatas ketinggian 1000 m dpl. Ciri-ciri tanah yang baik untuk budidaya kentang antara lain ialah tekstur sedang, gembur, subur dan berdrainase baik, dengan pH antara 5-6,5.

Budidaya Kentang

Varietas yang dianjurkan antara lain Granola, Atlantik, Manohara, Krespo, atau varietas lainnya yang tahan terhadap penyakit busuk daun dan layu bakteri. Kebutuhan umbi untuk luasan 1 ha sekitar 1200 kg (ukuran umbi 30 g/knol).

Pemilihan Lahan dan Pengolahan Tanah

Lahan untuk budidaya kentang sebaiknya bukan daerah endemik penyakit layu bakteri dan bukan bekas tanaman anggota famili Solanaceae. Tanah dicangkul sebanyak 2 kali dengan kedalaman 30 cm, lalu digemburkan. Sisa-sisa tanaman sebelumnya dikumpulkan lalu dimusnahkan.

Penanaman

Penanaman kentang dilakukan dengan sistem baris ganda (double row) yang ditanam pada bedengan atau baris tunggal (single row). Bedengan pertanaman dibuat dengan lebar 1 m, tinggi bedengan 30-40 cm, jarak antar bedengan 40-50 cm. Bibit kentang ditanam pada barisan tanaman dengan jarak antar barisan 80 cm dan jarak dalam barisan 30 cm.

Pemupukan

Pupuk kandang kuda/sapi 30 ton/ha yang diberikan pada bedengan tanaman. Pupuk anorganik yang digunakan yaitu 300 kg SP-36/ha yang diberikan sekaligus pada saat tanam, 54 kg Urea/ha, 120 kg ZA/ha dan 80 kg KCI/ha yang diberikan pada saat tanam dan 15 hari setelah tanam.

Pemeliharaan Tanaman

  • Penyiraman dilakukan sesuai dengan kebutuhan,
  • Penyiangan dilakukan 2-3 kali selama satu musim tanam,
  • Penimbunan bedengan dilakukan bersamaan dengan waktu penyiangan,
  • Penimbunan diperlukan agar umbi tidak terpapar sinar matahari secara langsung,

Pengendalian OPT yang dilakukan antara lain:

  • Subsoiling pada pengolahan tanah,
  • Solarisasi, tanah yang sudah diolah ditutup dengan plastik putih transparan selama 6 minggu sampai mencapi suhu 50°C ,
  • Penanaman Tagetes sp. di antara barisan tanaman kentang dengan jarak 60 cm dalam barisan,
  • Penggunaan perangkap kuning dan feromon seks setiap minggu sekali dari umur 4 minggu s.d 10 minggu,
  • Penggunaan pestisida nabati,
  • Penggunaan pestisida kimia selektif (jika diperlukan),

Panen dan Pascapanen

Umbi kentang dapat dipanen setelah daunnya berwarna kekuningan, yaitu sekitar umur 90 hari setelah tanam tergantung pada varietasnya. Sortasi dilakukan untuk memisahkan umbi yang berkualitas jelek dan dilakukan grading atau pengelompokan umbi berdasarkan ukuran atau berat umbi menjadi kelas A, B dan C.

Umbi yang sudah disortasi dan di-grading ditempatkan dalam karung jala, keranjang atau kotak untuk tujuan pengangkutan dan penyimpanan sementara. Jika tidak, langsung dipasarkan, umbi sebaiknya disimpan pada suhu dingin (didalam cold storage), yaitu pada suhu 10°C dan RH 90%. Penyimpanan seperti ini dapat memperpanjang umur simpan sampai 2 bulan.

Kentang dapat diolah menjadi keripik kentang, kentang siap saji, pati kentang dan bubur kentang. Varietas kentang yang cocok sebagai bahan baku produk olaha ialah varietas Atlantik.

Simak juga: 5 Obat Untuk Meningkatkan Bobot Umbi Kentang

Loading...

TINGGALKAN BALASAN

Silahkan masukkan komentar anda!
Silahkan masukkan nama anda disini