Panduan Budidaya Kubis Agar Hasil Melimpah

1

Unsurtani.comKubis (Brassica oleracea L.) merupakan tanaman semusim atau dua musim yang termasuk dalam famili Brassicaceae. Bentuk daunnya bulat telur sampai lonjong dan lebar seperti kipas. Sistem perakaran kubis agak dangkal, akar tunggangnya segera bercabang dan memiliki banyak akar serabut.

Kubis mengandung protein, vitamin A, vitamin C, vitamin B1 dan Niacin. Kandungan protein pada kubis putih lebih rendah dibandingkan pada kubis bunga, tetapi kandungan vitamin A-nya lebih tinggi dibandingkan dengan kubis bunga.

Syarat Tumbuh

Kubis pada umumnya ditanam di daerah berhawa sejuk, pada ketinggian 800-2000 m dpl dan bertipe iklim basah, tetapi terdapat pula varietas yang dapat ditanam di dataran rendah pada ketinggian 200 m dpl.

Pertumbuhan optimum didapatkan pada tanah yang banyak mengandung humus, gembur, porous dan pH tanah antara 6-7. Waktu tanam yang baik pada awal musim hujan atau awal musim kemarau. Namun demikian kubis dapat ditanam sepanjang tahun dengan pemeliharaan lebih intensif.

Lalu bagaimana cara Budidaya Kubis yang baik agar hasilnya melimpah? langkah-langkahnya sebagai berikut:

1. Pemilihan Varietas Kubis

Varietas yang dianjurkan yaitu Green Coronet, KK-Cross, atau Gloria Osena. Kebutuhan benih untuk satu hektar sebanyak 200-250 g.

2. Persemaian

Sebelum disemai, benih direndam dahulu dalam air hangat (50°C ) atau larutan Previcur N (1 ml/l) selama 1 jam. Benih disebar merata pada bedengan atau tempat penyemaian dengan media campuran tanah dan pupuk kandang atau kompos dengan perbandingan (1:1), lalu ditutup dengan daun pisang selama 2-3 hari.

Bedengan persemaian diberi naungan atau atap dari kasa atau plastik transparan. Setelah itu, persemaian ditutup dengan kasa untuk menghindari serangan OPT.

Setelah berumur 7-8 hari, bibit dipindahkan kedalam bumbungan daun pisang dengan media yang sama (tanah dan pupuk kandang steril). Penyiraman dilakukan setiap hari. Bibit siap ditanam di lapangan setelah berumur 3-4 minggu atau sudah memiliki 4-5 daun.

3. Pengolahan Lahan

Dipilih lahan yang bukan bekas tanaman kubis-kubisan. Sisa-sisa tanmaan dikumpulkan lalu dikubur. Tanah dicangkul sampai gembur, dibuat lubang-lubang tanaman dengan jarak tanam 70 cm (antar barisan) x 50 cm (dalam barisan) atau 60 x 40 cm.

Bila pH tanah kurang dari 5,5, maka dilakukan pengapuran menggunakan Kaptan/dolomit dengan dosis 1,5 ton/ha yang diaplikasikan 3-4 minggu sebelum tanam atau bersamaan dengan pengolahan tanah.

4. Pemupukan

Pupuk yang digunakan berupa pupuk kandang dan buatan. Pupuk kandang dapat berupa pupuk kandang sapi 30 ton/ha, pupuk kandang domba 20 ton/ha, atau kompos jerami padi sebanyak 18 ton/ha.

Pupuk buatan berupa Urea sebanyak 100 kg/ha, ZA 250 kg/ha, TSP atau SP-36 250 kg/ha dan KCI 200 kg/ha. Untuk tiap tanaman diperlukan Urea sebanyak 4 g + ZA 9 g, TSP 9 g (SP-36), dan KCI 7 g.

Pupuk kandang (1 kg), setengah dosis pupuk N (Urea 2 g + ZA 4,5 g), pupuk TSP (9 g) dan KCI (7 g) diberikan sebelum tanam pada tiap lubang tanam sebagai pupuk dasar. Sisa pupuk N (Urea 2 g + ZA 4,5 g per tanaman) diberikan pada saat tanaman berumur 4 minggu.

5. Pengendalian OPT

OPT (Organisme Pengganggu Tanaman) penting yang menyerang tanaman kubis antara lain ulat daun kubis, ulat krop kubis, penyalut bengkak akar, busuk hitam, busuk lunak, bercak daun, penyakit embun tepung, dsb. Pengendalian OPT dilakukan tergantung pada OPT yang menyerang. Beberapa cara yang dapat dilakukan antara lain:

  • Bila terdapat serangan penyakit bengkak akar pada tanaman muda, tanaman dicabut dan dimusnahkan,
  • Pemanfaatan musuh alami (Parasitoid Diadegma semiclausum),
  • Tumpangsari kubis-tomat,
  • Penggunaan pestisida kimia sesuai kebutuhan dengan dosis yang sesuai dengan rekomendasi.

Penggunaan pestisida tersebut harus dilakukan dengan benar, baik pemilihan jenis, dosis, volume semprot, cara aplikasi, interval dan waktu aplikasinya.

6. Panen dan Pascapanen

Kubis dapat dipanen setelah kropnya besar, penuh dan padat. Bila pemanenan terlambat, krop akan pecah dan kadang-kadang busuk. Pemanenan dilakukan dengan memotong krop sampai ke bagian batangnya, disertakan 4-5 lembar daun luar, agar krop tidak mudah rusak. Produksi kubis bisa mencapai 15-40 ton/ha.

Simak juga:

Loading...

1 Komentar

  1. Mantap bos, informasinya sangat bermanfaat.

    Butuh gerobak buat usaha? silahkan hubungi kami, kami menyediakan berbagai jenis gerobak usaha dengan harga terjangkau, ada gebobak angkringan, gerobak bakso & mie ayam, gerobak soto, dll

    Contact: 085725816055 (WA)

TINGGALKAN BALASAN

Silahkan masukkan komentar anda!
Silahkan masukkan nama anda disini