Penentuan Umur Petik Optimum Jeruk Keprok SoE

0

Unsurtani.comJeruk Keprok SoE (Citrus reiculata Blanco) adalah salah satu jeruk unggul Indonesia yang diharapkan dapat menjadi substitusi jeruk impor khususnya jeruk mandarin. Jeruk ini bahkan disebut-sebut merupakan keprok terbaik Indonesia.

Secara fisik, ciri khusus jeruk Keprok SoE adalah kulit buah berwarna orange kemerahan cerah mirip buah jeruk impor. Rasanya khas merupakan campuran antara manis dan asam yang pas dan segar, serta tidak meninggalkan rasa pahit seperti halnya jeruk keprok yang lain.

Kulit buah mudah dikupas, tekstur kulit buah halus dan mengkilap. Sentra produksi jeruk ini terletak di NTT tepatnya di Kabupaten Timor Tengah Selatan dan Timor Tengah Utara.

Untuk dapat bersaing dengan jeruk impor, kualitas mutu buah perlu mendapat perhatian. Mutu buah yang baik, salah satunya diperoleh bila pemanenan dilakukan pada tingkat kematangan yang tepat. Buah jeruk yang dipanen saat belum matang akan menghasilkan mutu yang rendah, terutama berkaitan dengan rasa buah.

Sebaliknya, pemanenan lewat waktu akan menyebabkan buah kehilangan aroma dan mutu terbaiknya, dan dapat mengakibatkan penurunan hasil pada periode pembuahan berikutnya, meningkatkan kepekaan terhadap pembusukan, dan umur simpannya relatif singkat.

Standar pemanenan jeruk adalah buah sudah tua tapi tidak terlalu matang. Tua (mature) didefinisikan sebagai suatu tahap dalam stadium pertumbuhan buah dimana buah dipastikan dapat menyelesaikan proses kematangan (ripe) dan memiliki rasa yang enak jika dipanen pada saat itu. Di lapangan hal ini sulit ditentukan karena batas antara stadium muda, tua, matang sukar ditentukan.

Perubahan yang jelas dalam ketegaran dan warna tidak ada, demikian juga petunjuk waktu menurut umur sering bersifat subyektif. Untuk itu diperlukan kombinasi beberapa cara dalam menentukan saat panen yang optimum.

Penentuan saat panen optimum jeruk keprok SoE dilakukan dengan melakukan pengamatan secara berkala mulai umur 28 minggu setelah bunga mekar (SBM) saat buah masih berwarna hijau hingga 35 minggu setelah bunga mekar saat warna buah sudah 100% orange.

Pengamatan dilakukan terhadap beberapa perubahan yang terjadi pada buah selama proses pematangannya. Perubahan tersebut meliputi penampilan fisik buah, khususnya warna kulit buah, rasa buah dan kandungan kimia buah. Sebagai pelengkap diamati pula umur simpan buahnya sehingga diketahui beberapa lama buah dapat disimpan pada umur petik optimumnya.

Hasil yang diperoleh menunjukkan, umur panen optimum jeruk keprok SoE adalah pada 31 dan 32 minggu setelah bunga mekar. Pada umur ini buah terasa enak, yaitu manis asam segar dengan nilai brix berkisar 8,5 – 9 dan nilai asam 1,4 – 1,5.

Rasio gula asamnya 6,5:1, kandungan jus buahnya 37,5% dan vitamin C pada buah berkisar 38-43 mm/100g. Nilai-nilai ini telah memenuhi standar kematangan buah untuk jeruk mandarin yang disyaratkan Enonomic and Social Counsil United Nation (2000) yang diacu Codex, Departemen of Agriculture-Wetern Australia (2000) dan UC Davis, California (2002).

Warna kulit buah pada saat petik optimum ini adalah 50-80% orange (Gambar 1). Pada panen buah umur ini, buah dapat disimpan selama 3 minggu pada suhu ruang (27-30°C) dan 8 minggu pada suhu dingin (9-11°C). Selama masa penyimpanan tidak terjadi perubahan yang berarti terhadap kualitas rasa dan kandungan kimia buah.

Gambar 1. Variasi warna jeruk keprok SoE saat petik optimum ditunjukkan tanda panah merah

Buah yang dipanen muda, warna masih kehijauan seperti pada gambar 1 yang ditunjukkan tanda panah kuning, walaupun memiliki umur simpan yang relatif lebih lama dari buah yang dipanen saat warna buah telah orange, namun kualitas rasa buah yang enak belum didapat dan buah tidak dapat berubah warna menjadi orange cerah dan merata seperti yang diharapkan (gambar 2), sehingga menjadi kurang menarik bagi konsumen.

Gambar 2. Warna orange alami buah yang dipetik di pohon (A) dan yang dipetik belum optimal setelah penyimpanan (B).

Saat panen yang dipilih dapat disesuaikan dengan tujuan dan saat penggunaanny. Bila akan digunakan dalam waktu dekar, buah yang dipanen saar warna kulit buahnya 80-100% orange akan memberikan cita rasa dan penampilan yang lebih baik.

Buah dapat bertahan sekitar 2 minggu dalam suhu ruang namun dengan resiko kebusukan dan kerusakan yang besar selama penyimpanan dan transportasi. Perlakuan seperti pelilinan, penyimpana pada suhu dingin dan pengemasan yang baik mungkin dapat dipertimbangkan bila buah yang dipetik pada kondisi ini akan dipasarkan untuk jarak jauh.

Simak juga:

Loading...

TINGGALKAN BALASAN

Silahkan masukkan komentar anda!
Silahkan masukkan nama anda disini