Berbagai Tanaman Alami untuk Mengurangi Bau Badan

1

Unsurtani.com – Tanaman obat yang dapat mengatasi bau badan sudah banyak digunakan secara turun temurun di Indonesia. Namun penggunaannya masih berupa bahan baku belum seluruh dari bagian tanaman dimanfaatkan secara optimal.

Hampir keseluruhan bagian tanaman dapat dimanfaatkan sebagai penanggulangan bau badan baik bunga, biji, akar, daun dan batang yang masih lunak. Pemanfaatannya dapat dilakukan dengan berbagai cara, seperti dilalap mentah, direbus, atau diolah sebagai sayuran (urap atau salad), tergantung pada jenis tanaman yang digunakan.

Sebagai contoh kecombrang, masyarakat Sumatera Utara menggunakan kecombrang untuk menanggulang bau badan, aromanya yang khas juga dapat menambah selera makan. Bagian yang digunakan pada tanaman kecombrang yaitu bunga, maupun batang yang masih muda (lunak).

Manfaatnya adalah untuk menghilangkan bau amis sewaktu mamasak ikan (arsik ikan mas). Selain dari itu dapat juga dioleskan ke bagian tubuh tertentu ataupun dengan cara digosokkan ke badan pada saat mandi.

Jenis-jenis tanaman obat yang berkhasiat sebagai pencegah bau badan. Dari literatur ada beberapa jenis tanaman obat yang bermanfaat untuk mengatasi bau badan antara lain :

1. Kecombrang (Nicolaia speciosa Horan)

Tanaman obat ini nama lainnya honje (Sunda), kincung (Medan), siantan (Malaya) dan Thailand menyebutnya kaalaa, tanaman Nicolaia speciosa termasuk famili Zingiberaceae.

Bunga kecombrang selain digunakan mengatasi bau badan, juga dapat memperbanyak air susu ibu (ASI), membersihkan darah. Kandungan bahan aktif yang terdapat dalam tanaman adalah saponin, flavonoid, polifenol dan minyak atsiri.

Cara menggunakan yaitu ±100 gram bunga segar N. speciosa dikukus sampai matang, dimakan pagi dan sore hari sebagai sayuran.

2. Kemangi (Ocimum basilicum L.)

Kandungan kimia pada tanaman kemangi, mempunyai komposisi kimia utama minyak selasih yang mengandung citral 43,45% dan geraniol 21-23% dan kadar minyak atsiri hasil penyulingan 0,28%, sedangkan kandungan dari citral biasa digunakan untuk penyedap makanan dan minuman (cullinary herb), biasa digunakan pada tipe kandungan citral tinggi.

Citral (C10H16O) merupakan aldehid dari geraniol dan bersifat volatil (mudah menguap) berwarna kuning muda dan beraroma lemon. Geranol (C10H18O) tidak berwarna dan beraroma seperti bunga mawar dan banyak digunakan untuk bahan parfum. Oleh karena itu kemangi dengan kandungan geraniol tinggi berpeluang digunakan untuk bahan parfum.

Tanaman tersebut sudah tidak asing lagi di daerah Jawa Barat (Sunda). Daunnya digunakan masyarakat untuk lalap, karena khasiatnya juga sebagai penambah selera makan dan aromanya seperti aroma jeruk. Kemangi berkhasiat sebagai pencegahan bau badan.

Di samping itu baik juga bagi perempuan yang sedang mengalami menstruasi, bila menggunakan daun kemangi ±50 – 100 gram pagi dan sore, selama masa haid terhindar dari bau yang keluar dari tubuh.

Beberapa spesies dari genus ini di dunia perdagangan dikenal sebagai penghasil minyak atsiri yang penggunaannya untuk industri parfum, farmasi, industri makanan/minuman sebagai flavor.

3. Beluntas (Pluchea indica Less)

Tanaman obat ini nama lainnya disebut lantasa (Makasar), luntas (Jawa Tengah), sedang di Jawa Barat disebut beluntas (Sunda). Beluntas, termasuk famili Asteraceae. Tanaman ini biasa digunakan sebagai pagar hidup untuk menambah tanaman obat keluarga.

Manfaat daun beluntas selain menghilangkan bau badan juga dapat menurunkan panas, obat batuk, keputihan, malaria, mulut bau, nyeri pinggang, rematik dan pencernaan.

Penggunaannya yaitu ± 100 gram daun segar dicuci dan dimasak setelah matang airnya diminum sehari dua kali sama banyak pagi dan sore, sedangkan hasil rebusan dijadikan sayuran. Daun beluntas yang masih segar memiliki rasa getir dan bau yang khas, jika menggunakan daun beluntas segar dapat juga mengurangi bau mulut.

Pada daun dan bunga mengandung saponin, flavonoid, dan pholifenol. Di samping itu juga mengandung alkali yang bertindak sebagai antiseptik. Komponen kimianya antara lain: amino (leusin, isoleusin, triptopfan, treonin), lemak, kalsium, fosfor, besi, vitamin A dan C.

4. Jeruk Nipis (Citrus aurantifolia Swingle)

Di Asia Tenggara jeruk nipis digunakan sebagai penyedap makanan dan berbagai macam obat tradisional yang sudah diketahui khasiatnya. Tanaman ini yang digunakan adalah buahnya yang mempunyai sari buah sangat asam, mengandung asam sitrat 7 – 8%, dari bobot buah sebanyak 41%.

Rendemen kulit yang terdapat dalam buah sekitar 26,7%. Komponen kimia pada kulit jeruk nipis antara lain monoterpen, limonen dan ikatan senyawa-senyawa hidrokarbon, yang teroksigenasi seperti alkohol dan aldehid.

Dari 100 g buah jeruk nipis mengandung vitamin C 27 mg, kalsium 40 mg, fosfor 22 mg, hidrat arang 12,4 g, vitamin B 0,04 mg, zat besi 0,6 mg, lemak 0,1 mg, kalori 37 g, protein 0,8 g dan mengandung air 86 g.

Adapun unsur-unsur senyawa kimia yang terdapat pada ekstrak jeruk nipis dipercaya dapat mengatasi bau badan, namun secara pasti belum teridentifikasi, dari beberapa literatur menyatakan bahwa adanya larutan zat-zat asam, lemak dan protein pada ekstrak jeruk nipis.

Cara penggunaannya yang dilakukan oleh masyarakat dapat secara konvensional, yaitu air jeruk nipis di campur dengan sedikit tawas atau kapur sirih lalu digosokkan kebagian tertentu seperti ketiak, atau satu buah jeruk nipis dan 3 – 5 lembar daun sirih direbus sampai mendidih kemudian dicampur air dingin secukupnya digunakan untuk mandi.

5. Sirih (Piper bettle L)

Daun sirih telah dikenal masyarakat sebagai tanaman obat tradisional. Di Jawa Barat disebut sereh (Sunda), suruh atau sedah (Jawa), demban (Batak). Daun sirih sudah digunakan masyarakat kita dari sejak dahulu sampai sekarang karena khasiatnya sebagai tanaman obat juga sebagai antiseptik yang di dalamnya ada kandungan minyak atsiri yang memiliki daya membunuh kuman (bakteri) dan jamur.

Kandungan kimia pada daun sirih adalah saponin, flavonoid dan pholifenol juga mengandung minyak atsiri estragol, terpenena, seskuiterpena, fenil propana, tanin, gula, pati dan asam amino juga vitamin C.

Daun sirih selain untuk menghilangkan bau badan, juga untuk mengurangi produksi ASI yang berlebihan, keputihan, sakit jantung, sifilis, biduran, diare, mengurangi pendarahan gusi, mimisan, sakit gigi berlubang, bronkhitis, batuk, sakit mata, gatal-gatal, menghilangkan bau mulut dan menghilangkan jerawat.

Penggunaan daun sirih dapat disesuaikan dengan jenis penyakit yang dideritanya. Untuk menghilangkan bau badan dapat dipakai 5 – 7 lembar daun segar ditambah 2 gelas air, direbus hinggga menjadi 1 gelas, bau khas, dan rasa pedas, sedikit getir dan hangat diminum, sekali seminggu.

6. Kunyit (Curcuma domestica Vhal)

Rimpang kunyit banyak dimanfaatkan sebagai anti koagulan, dan menghilangkan bau badan, diabetes militus, tifus, usus buntu, disentri, keputihan, haid tidak lancar, memperlancar ASI, amandel, sakit perut, diare, maag, sembelit, sakit kepala, sariawan, menurunkan tekanan darah, membersihkan darah, menambah nafsu makan.

Kunyit merupakan jenis temu-temuan yang mengandung senyawa kimia berkeaktifan fisiologi yaitu minyak atsiri dan kurkumin. Beberapa uji farmakologis mengatakan bahwa rimpang kunyit mengandung 3 – 4% kurkumin, sedang minyak atsiri kunyit terdiri dari artumeron, α dan β-tumeron, tumerol, α-tlanton, β-kariofilen, linalol, 1,8 sineol.

Disamping itu rimpang kunyit juga mengandung pati atau amilum, gomdan getah, lemak, protein, kalsium, fosfor dan besi, aroma harum dan rasa khas.

Kurkumin dan minyak atsiri yang terdapat pada rimpang kunyit dapat menghambat pertumbuhan mikroorganisme yang tergabung dalam Cholecystitis dan menghambat pertumbuhan bakteri Staphyllococcus, Micrococcus pyrogenes var aureus.

Kunyit ini juga dapat digunakan sebagai zat pewarna makanan, karena warnanya kuning, disamping penggunaannya sebagai obat masyarakat juga menggunakan kunyit ini sebagai bumbu masakan karena khasiat dan warnanya.

Simak juga :

Loading...

1 Komentar

TINGGALKAN BALASAN

Silahkan masukkan komentar anda!
Silahkan masukkan nama anda disini