Kenapa Air Tambak Kecoklatan? Apakah Baik untuk Udang dan Bandeng?

0

Unsurtani.com – Hallo sobatani, untuk memfasilitasi pertanyaan dari sobatani sekalian, kami mebuka kolom pertanyaan via email. Jadi jika sobatani memiliki pertanyaan atau permasalahan tentang budidaya bisa mengirimkan ke email berikut: info@unsurtani.com

Saya mempunyai beberapa petak tambak berair payau. Satu petak diantaranya mengalami perubahan warna air menjadi kecoklat-coklatan. Padahal petakan itu telah ditanami udang dan ikan bandeng berumur 1 bulan. Yang ingin saya tanyakan :

  1. Bagaimana cara mengatasi warna air yang berubah itu?
  2. Berpengaruhkah pemberian kaporit terhadap kehidupan udang dan ikan bandeng? Selain kaporit, apalagi yang dipakai untuk menghilangkan warna kecoklatan itu?
  3. Berapakah salinitas pH air tambak yang stabil dan suhu dasar tambak yang ideal bagi pertumbuhan udang dan ikan bandeng?

Jawaban:

No 1. Banyak faktor yang berpengaruh terhadap perubahan warna air pada tambak. Akumulasi lumpur, senyawa logam berat, dan blooming mikroorganisme merupakan bagian diantaranya. Perubahan itu adalah indikasi pencemaran zat atau organisme asing pada tambak yang perlu diwaspadai.

Tingginya kelarutan “pencemar” pada air sangat berpengaruh pada pH, suhu, dan kadar oksigen sebagai faktor utama penentu keberhasilan pertumbuhan udang dan ikan.

Sebaiknya air tambak yang berubah warna jangan digunakan untuk tambak udang atau ikan bandeng, lantaran penyakit akan mudah menyerang. Pindahkan dulu udang dan ikannya, kemudian ganti secara bertahap air itu dengan air yang lebih bersih.

No 2. Kaporit digunakan sebatas untuk mensterilkan air dari mikroorganisme tertentu. Namun, penggunaan yang terlalu banyak pada tambak cenderung tidak baik, lantaran menurunkan kualitas air.

No 3. Kondisi basa lebih disukai oleh udang dan bandeng, yakni berkisar 7,5 – 8,5. Sifat basa mempercepat proses penguraian ammonia, nitrat, dan fosfat yang akan diserap oleh jasad renik sebagai bahan pakan alami udang dan bandeng.

Perubahan warna air pada tambak menurunkan oksigen terlarut dan meningkatkan kadar karbondioksida. Kepekatan CO2 yang tinggi mendorong pelepasan ion H+. Ion itu untuk membentuk asam H2CO3 dalam air. Alhasil, pH air semakin asam sehingga pertumbuhan jasad renik terhambat pula.

Secara umum, udang dan bandeng masih mampu hidup baik pada suhu 23-30°C. Perubahan suhu dibawah 23°C atau diatas 30°C menyebabkan udang dan ikaan bandeng mengalami stres yang diikuti menurunnya nafsu makan.

Simak juga:

Demikian informasi mengenai kenapa air tambak berubah warna menjadi kecoklatan dan dampak yang ditimbulkan pada udang dan ikan tongkol. Semoga informasi ini bermanfaat bagi sobatani sekalian. Terima kasih,

Loading...

TINGGALKAN BALASAN

Silahkan masukkan komentar anda!
Silahkan masukkan nama anda disini