Pengaruh Media Tumbuh dengan Kadar Protein Magot

0

Unsurtani.com – Kadar protein magot bervariasi tergantung kandungan protein media yang digunakan dan umur magot yang dipanen. Semakin tinggi kadar protein media dan semakin cepat magot dipanen, maka akan semakin tinggi pula kadar proteinnya.

Demikian pula sebaliknya, itu karena protein yang dikandung magot bersumber dari protein yang terdapat pada media tumbuh. Magot memanfaatkan protein yang ada pada media untuk membentuk protein tubuhnya.

Demikianlah kesimpulan dari penelitian Falicia A. Katayane dkk dari Fakultas Peternakan Universitas San Ratulangi, Manado, Sulawesi Utara. Penelitian pada Juli-September 2013 itu menggunakan dua jenis media tumbuh magot yakni bungkil kelapa dan fases ayam petelur untuk mempelajari sejauh mana pengaruh penggunaan media tumbuh yang berbeda terhadap produksi dan kandungan protein magot.

Berdasarkan hasil analisa laboratorium diketahui bahwa bungkil kelapa memiliki kandungan gizi lebih tinggi dari fases ayam petelur. Bungkil kelapa mengandung 24,74% protein, 12,02% serat kasar, 9,36% lemak, 6,95% abu, dan 4.373 kkal energi bruto. Sedangkan fases ayam petelur mengandung 17,15% protein, 7,45% serat kasar, 2,56% lemak, 4,01% abu, dan 2.899 kkal energi bruto.

Setelah 2 minggu, Falicia menyimpulkan magot yang hidup di media bungkil kelapa memiliki berat segar, bahan kering dan protein kasar lebih tinggi dari magot yang hidup di media fases ayam petelur. Berturut-turut nilai produksi magot di media bungkil kelapa 93,42 g, 35,51 g, dan 39,95%, sedangkan di media fases ayam petelur 72,11 g, 32,72 g, dan 25,05%.

Loading...

TINGGALKAN BALASAN

Silahkan masukkan komentar anda!
Silahkan masukkan nama anda disini